DOA PEMBEBASAN III
Berdoa Untuk Pembebasan
Dalam melakukan doa pembebasan kiranya kita memerlukan beberapa hal sebagai persiapan, sebab yang kita hadapi bukanlah sesuatu yang biasa, tetapi kita berhadapan dengan roh jahat yang memiliki kekuatan lebih dari kita. Oleh sebab itu, persiapan rohani yang matang akan membantu kita dalam menghadapi roh jahat ini. Selain itu, kuasa nama Yesus adalah suatu kekuatan yang besar dalam mengalahkan roh jahat. Dalam melakukan doa pembebasan, kita harus melakukannya dalam nama Yesus.
Dalam melakukan doa pembebasan, baiklah kita memperhatikan beberapa hal:
1. Persiapan:
melayani doa pembebasan jangan di tempat umum, tetapi harus di tempat tersendiri dan ditangani oleh team, jangan sendirian. Karena kalau di tempat umum, akan menjadi tontonan.
mohon perlindungan untuk team dan seisi rumah terhadap pengaruh si jahat. Kita perlu berdoa mohon perlindungan untuk team supaya tidak terjadi transfer.
mengikat si jahat supaya tidak meronta-ronta dan tidak mendatangkan bantuan roh lainnya. Hal ini dianjurkan oleh Francis Macnutt, sedangkan umumnya di tempat pelayanan kami tidak, karena mungkin pengalaman Francis Macnutt berbeda.
untuk kasus-kasus yang agak berat kadang-kadang diperlukan doa dan puasa lebih dahulu. Dalam buku karangan Don Amorf, “Journal of an exorcist”, di situ dapat dilihat bahwa menangani seseorang bisa berbulan-bulan. Tapi kalau seperti itu akan memakan banyak waktu dan tenaga. Tetapi dalam pengalaman pelayanan di sini, umumnya tidak dijumpai kasus-kasus yang membutuhkan waktu lama. Untuk kasus-kasus tertentu, seperti dalam Injil “jenis ini tidak dapat diusir, kecuali dengan doa dan puasa.” Tetapi dalam hal ini kita harus bijaksana dan seimbang, kalau anda melayani di bidang ini, lalu banyak puasa, akhirnya tidak kuat secara fisik bahkan mengganggu, karena terlalu banyak puasa.
2. Beberapa saran yang berguna:
bertindaklah dengan penuh belas kasihan. Apapun yang terjadi, jangan marah terhadap si pasien. Kalau kita melayani doa pembebasan, dapat terjadi roh jahat yang ada dalam diri orang itu marah kepada kita, bisa memaki-maki, dsb; tetapi ingatlah bahwa orang ini sakit dan perlu ditolong, sedangkan yang marah-marah adalah roh jahat yang ada di dalam dia, roh jahat yang memaki-maki, bahkan kadang-kadang mengucapkan kata-kata kotor, dll. Tetapi kita harus sadar bahwa kita berhadapan dengan si jahat yang ada di dalam diri orang itu, jadi jangan terpancing emosi.
Juga harus hati-hati dalam mendoakan pembebasan, misalnya pada awal-awal banyak pengalaman yang lucu yang dialami oleh para suster di Ngadireso, karena pada waktu permulaan belum banyak pengalaman mendoakan pembebasan. Ada satu pengalaman ketika orang didoakan, lalu jatuh, kemudian ada suster yang mendekati, dan orang itu langsung meludah ke arah suster tersebut. Wajah suster itu diludahi. Juga pernah pasien diberi minum air suci, lalu air suci itu disemprotkan di wajah suster tersebut. Apapun yang terjadi, jangan marah terhadap pasien tadi, karena bukan orang itu yang melakukan, tetapi roh jahat yang ada di dalamnya, yang penting kita harus waspada terhadap pelbagai kemungkinan yang terjadi, dan yang penting juga saat mendoakan jangan tutup mata. Buka mata anda, dan siap bahwa tangan-kaki orang tersebut bisa bergerak, memukul, menyepak, atau melompat-lompat. Tetapi kita juga tidak perlu takut, karena dalam Yesus kita lebih kuat daripada roh jahat itu. Tapi kita perlu waspada pada reaksi-reaksi pertama.
berbicaralah dengan nada suara yang tenang, tetapi tegas dan penuh keyakinan. Jangan sekali-kali berteriak.
Kelompok-kelompok tertentu kalau mendoakan pengusiran, semuanya berteriak-teriak, suaranya keras sekali. Perlu diingat setan tidak keluar karena kerasnya suara kita, bukan karena volume suara anda. Harus diingat setan tunduk kepada kita bukan karena kerasnya suara, tetapi karena iman kita, maka kita harus berbicara dengan nada yang tenang, tetapi tegas. Tidak usah teriak, tetapi dengan penuh wibawa, kita berbicara.
Pandanglah mata orang itu, karena dalam Yesus Anda lebih kuat daripada si jahat. Seperti yang dialami suster sang Timur itu, suster itu hanya memandang pemuda itu sambil berbahasa roh. Tetapi kadang-kadang dijumpai bahwa si jahat tidak berani memandang, kemudian mata orang tersebut hanya kelihatan bagian putihnya atau memejamkan mata.
Doanya itu sendiri
Doa pembebasan itu merupakan suatu perintah kepada roh jahat untuk keluar dari orang itu berdasarkan kuasa dari Tuhan Yesus sendiri. Itu bukan doa permohonan. Kita tidak minta kepada setan, misalnya: “Saudara, tinggalkan orang ini dengan hormat.” Tidak seperti ini, tetapi kita memakai wibawa Tuhan Yesus, kemudian kita perintahkan roh jahat untuk keluar dari orang itu.
Harus dihindari juga kebiasaan kelompok-kelompok tertentu yang mengajak bicara atau bertanya jawab dengan roh jahat, karena harus diingat roh jahat adalah “bapa segala dusta”, jadi tidak mungkin, ia mengungkapakan kebenaran.
Doanya ada beberapa rumusan, misal rumusan yang diambil dari buku karangan Francis Macnutt (hal. 23):
Dalam nama Yesus Kristus/kuperintahkan kepadamu/ hai roh .....(misalnya roh ketakutan, roh najis, dll),/ keluarlah dari orang ini/ tanpa mengganggunya atau anggota team atau anggota keluarga dan isi rumah ini./Kuperintahkan kepadamu untuk menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus/ dan jangan kembali lagi.
Boleh juga dengan rumusan lain, lebih pendek, karena sebelum doa sudah ada persiapan terlebih dulu untuk memohon perlindungan dari Tuhan. Sedang bagi anda terserah dapat memilih, yang penting dilakukan dengan baik dan efektif. Jadi dapat didoakan rumusan yang pendek, sesuai keadaan dan keyakinan, seperti misalnya:
Dalam nama Yesus Kristus kuperintahkan kepadamu, hai roh ...., keluarlah dari orang ini dan jangan kembali lagi.
Ada orang-orang tertentu yang mengusir dan menyuruh setan masuk neraka, hal ini kurang tepat, karena kita tidak mempunyai wewenang untuk memerintahkan itu, yang penting dalam kuasa Yesus diperintahkan supaya roh jahat keluar dari orang tersebut dan supaya jangan kembali lagi.
Bagaimana mengetahui kalau roh itu telah keluar?
1. discernment team itu
Seringkali kita akan tahu dari reaksi-reaksi, dsb; bahwa roh itu sudah keluar. Namun kadang-kadang kita bisa mengujinya tanpa diketahui orang itu, kita beri minum air suci. Kalau diberi minum air biasa akan diminum, tetapi kalau air suci, kalau roh jahatnya belum keluar, maka akan langsung disemburkan. Sebaliknya kalau sudah keluar, maka akan diminum air sucinya. Ini salah satu cara, tetapi biasanya melalui discernment, kita akan tahu.
2. pernyataan si pasien
Pasien itu sendiri merasa sudah lega, sudah keluar; kadang-kadang si pasien merasa masih ada sesuatu, maka perlu didoakan terus. Dalam hal ini kita perlu memakai akal yang sehat. Kita memang harus beriman, tetapi dalam beriman pun kita harus memakai akal yang sehat. Pernah ada kelompok-kelompok tertentu, melihat roh jahat itu masih ada atau tidak, itu dari nafas. Hal ini ngawur dan anehnya ketika Romo Yohanes menegur, langsung berhenti dan tidak dipakai lagi. Hal-hal seperti ini harus dijauhkan.
3. pengamatan yang bijaksana
Follow up
Doa mohon dipenuhi Roh Kudus. Sesudah berdoa pembebasan, baiklah orang itu didoakan, agar dipenuhi Roh Kudus, supaya selanjutnya ia menjadi kuat dan dapat bertahan melawan setan.
Kadang-kadang kalau orang dilepaskan, kalau tidak ada semacam follow-up-nya, dia menjadi semacam kerasukan kembali, seperti dikatakan Injil satu setan keluar, kemudian tujuh setan kembali. Oleh karena itu, kalau anda melayani di tempat terpisah, perlu sesudah dilepaskan kita bicara mengenai Yesus, dan supaya dia betul-betul menerima Yesus, kemudian didoakan supaya Roh Kudus memenuhi hatinya. Semacam pencurahan Roh Kudus, supaya dia betul-betul dipenuhi dengan demikian mempunyai kekuatan. Tentu saja yang paling ideal, orang itu diterima dalam komunitas kalau dia mau, karena kalau orang itu sudah bertobat dan biasanya ia merasa sudah dilepaskan, dia dapat berkembang luar biasa. Kita ingat dalam Kitab Suci, siapa orang pertama yang pada hari kebangkitan Yesus menjumpai Yesus, Maria Magdalena dan dalam Injil Lukas dikatakan “wanita-wanita yang mengikuti Yesus dan di antaranya Maria Magdalena, yang daripadanya dikeluarkan tujuh setan”. Tentunya kalau dirasuki setan bukan orang yang baik, tetapi kemudian dia menjadi orang kudus besar. Jadi orang yang sudah bertobat dan dilepaskan, itu juga bisa. Dan dia bisa ditampung dalam komunitas, itu suatu jaminan bahwa mereka tidak akan dimasuki kembali roh jahat.
• Ajarlah orang itu untuk mengenal Tuhan, ikut Retret Awal atau SHB.
• Ajaklah dia ikut persekutuan doa atau suatu komunitas
• Ajarlah dia untuk berdoa dan membaca Kitab Suci secara teratur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar