Sabtu, 11 April 2009

Perlengkapan Senjata Allah II

Perlengkapan Senjata Allah II

Roh jahat, roh yang menimbulkan kejahatan

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Pada artikel terdahulu kita sudah membahas strategi iblis dan celah yang dapat dimanfaatkannya untuk menjatuhkan dan menguasai umat Tuhan. Pada bagian ini kita akan membahas siapa musuh kita.

Dari ayat diatas kita melihat bahwa musuh kita adalah bukan terdiri dari darah dan daging yaitu manusia, tetapi musuh kita adalah roh-roh jahat (iblis dan antek-anteknya), yaitu roh yang menimbulkan kejahatan.
Mengapa seseorang bisa berbuat jahat? Percayalah, kalau ditanya pasti tidak ada seorang manusiapun yang mau dan rela berbuat jahat. Orang bisa berbuat jahat karena dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi untuk tidak berbuat kejahatan. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak berbuat jahat karena ada roh yang menguasai dan mengendalikan dirinya, yaitu roh jahat.

Kemarin, disalah satu situs sahabat kristiani, di bagian shoutbox ada seseorang bertanya bagaimana caranya menghilangkan kebiasaan berjudi. Dia bertanya demikian pastilah karena sebenarnya dia tidak mau main judi. Tapi kenapa dia masih melakukannya? Itu karena dia sudah tidak dapat lagi menguasai dan mengendalikan dirinya. Dia sudah di kendalikan oleh roh jahat yang disebut juga dengan “roh judi”. Oleh sebab, itu supaya dia bisa terbebas dari perjudian, maka roh judi yang ada dalam dirinya mesti di lepaskan dan di usir jauh-jauh.

Lalu bagaimana dengan keterikatan narkoba? Sama saja! Tidak ada seorangpun yang iklas untuk hidup dalam kecanduan narkoba. Mereka bisa kecanduan karena ada roh yang mengikat mereka untuk terus dalam kecanduan, yaitu roh jahat. Dengan usaha dan kekuatan/kepintaran manusia belum bisa menjamin bahwa seorang yang sudah kecanduan narkoba dapat lepas dengan mudahnya. Kalaupun bisa bebas pastilah akan bersifat sementara saja. Sebelum roh yang mengikat dia dilepaskan, maka suatu saat dia pasti akan jatuh kembali.

Dulu saya terikat dan kecanduan dengan rokok. Dalam satu hari saya menghabiskan sampai dua bungkus rokok (baca dalam halaman kesaksian). Saya menyadari itu tidak baik dan berusaha menghentikannya dengan cara saya, namun tidak berhasil. Kenapa? Karena roh yang menyebabkan saya kecanduan rokok belum lepas. Tapi setelah saya bertobat dan berdoa sungguh-sungguh akhirnya roh yang mengikat saya itu lepas dan sayapun bebas.

Lalu bagaimana dengan kejahatan lainnya? Seperti kekerasan, pemboman, pembunuhan dan lain-lain. Juga sama saja, mereka melakukan itu sebenarnya karena mereka di ikat oleh roh jahat yang namanya “roh kekerasan”. Lalu bagaimana? Apakah orang yang berbuat kekerasan mesti dibunuh dan dibinasakan? Sia-sia saja. Dari pada menuntut mereka di hukum mati, lebih baik kita mendoakan mereka agar mereka bertobat dan terbebas dari roh yang mengikat mereka itu. Kalaupun mereka di hukum mati, yang mati hanya tubuh dan darah mereka. Sementara roh yang menyebabkan mereka berbuat jahat akan berpindah ke orang lainnya yang membuka diri bagi kehadiran roh jahat tersebut.

Saudaraku, kalau dengan membunuh mereka kejahatan bisa hilang, pastilah kejahatan sudah hilang saat ini, karena sejak dahulu sudah banyak orang jahat yang dihukum mati, ataupun mati karena digebukin massa. Tapi faktanya tidak demikian, justru saat ini kejahatan makin tumbuh subur dan berkembang. Mengapa demikian? Itu karena semakin banyak orang yang membuka dirinya untuk dikuasai dan di kendalikan oleh roh jahat ini.

Matius 12:43a “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian.

Apabila roh jahat keluar dari seseorang, maka ia mencari yang lainnya untuk di kuasainya.

II Timotius 2:25-26 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Saudaraku, dari ayat diatas kita melihat orang yang suka melawan (berbuat kekerasan/kejahatan) adalah kehendak iblis. Artinya Iblislah yang menyebabkan itu semua. Orang tersebut sudah di ikat oleh iblis sehingga tanpa di sadarinya dia sudah melakukan kehendak iblis.

Sama seperti kuda, jika pada mulut kuda sudah terpasang tali kekang, maka kuda tersebut gampang di kendalikan oleh orang yang menungganginya. Jika penunggangnya tidak baik, maka kuda akan dikendalikan untuk berbuat kekacauan. Orang yang berbuat kejahatan sama seperti kuda yang sudah dipasang tali kekang/kendali, namun karena yang kelihatan hanya kudanya maka orang akan menghancurkan kudanya, mereka tidak tahu bahwa penyebab semuanya adalah orang yang menunggangi kuda tersebut. Setelah kuda itu mati maka penunggang kuda itu akan memasang tali kendali pada kuda lainnya dan berbuat hal yang sama.

Jadi intinya, yang sebenarnya perlu di usir adalah oknum yang menguasai dan mengendalikan kuda tersebut. Setelah oknum itu di usir, maka pada kuda tersebut harus dipasang kembali tali kekang dan di kendalikan oleh orang yang baik, sehingga kuda itu di pergunakan untuk hal-hal yang baik. Jangan biarkan kuda tersebut tidak ada penguasanya, karena oknum jahat tadi akan kembali dan menguasai kembali kuda itu dan melakukan hal-hal yang lebih jahat.

Matius 12:43-45 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Saudaraku, supaya kita tidak di kuasai oleh iblis, maka kita harus menyerahkan diri kita ketangan yang lebih berkuasa yaitu Tuhan Yesus. Dia sanggup melepaskan kita dari kuasa kegelapan itu. Hanya Yesus yang sanggup melepaskan kita dari ikatan dan jerat iblis. Oleh sebab itu marilah kita menyerahkan hidup kita pada-Nya untuk di pakai Tuhan sebagai alatnya menjadi senjata-senjata kebenaran.

Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Perlengkapan Senjata Allah I

Perlengkapan Senjata Allah I

Celah bagi iblis untuk masuk dan menguasai manusia

Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Ayat ini menjelaskan bahwa Iblis senantiasa bekerja melalui tipu muslihat. Dengan cara itu ia mencari kesempatan dan celah untuk dapat masuk dan menguasai kita. Sekali ada celah maka ia langsung masuk dan menguasai kita, dan sekali kita dalam kuasanya maka kita akan susah untuk melepaskan diri. Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang jatuh dan masuk dalam tipu muslihat iblis, dan saya juga adalah orang yang pernah jatuh dan terikat dalam jebakan iblis.
Iblis bisa masuk dan memasang perangkapnya karena ada celah. Ada beberapa celah yang bisa dimanfaatkan iblis untuk masuk dan menguasai kita, yaitu :

1. Sikap Kompromi.
Kompromi adalah suatu sikap membuka diri untuk menerima masukan dari pihak lain.
Kompromi menjadi salah satu celah untuk iblis masuk. Hawa jatuh karena dia kompromi dan memberi iblis kesempatan berdialog dengannya. Seandainya dia langsung mematahkan segala percakapan iblis, maka ia pasti tidak akan jatuh dan terjerat dalam tipu daya iblis.

Pada umumnya orang jatuh dalam kompromi karena takut mengalami kesulitan. Contohnya, ada orang yang pada dasarnya tidak mau korupsi, tetapi karena seluruh rekan kerjanya sudah melakukan itu, dan ia takut di singkirkan dan dianggap tidak setia kawan, akhirnya diapun melakukan hal yang sama.

Saudaraku, saat ini saya sedang dalam pergumulan dalam keluarga besar saya. Keluarga besar kami dalam acara tertentu mempunyai tata cara dan kebiasaan-kebiasaan yang saya nilai bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan, oleh sebab itu saya mengambil sikap tegas tidak mau kompromi dan menolak hal itu. Akibatnya saya di kucilkan dari keluarga, bahkan dalam berbagai kegiatan saya dianggap tidak ada. Tapi tidak mengapa, saya mengasihi mereka tapi saya lebih mengasihi Tuhan. Saya berharap dan berdoa semoga suatu saat Tuhan membuka mata rohani mereka untuk menerima kebenaran firman Tuhan yang murni.

Tuhan Yesus pernah di cobai oleh iblis sebanyak tiga kali, namun Tuhan menyadari akan siasat dan tipu daya iblis dan langsung bertindak tegas dengan berkata :”enyahlah, iblis” (Matius 4:10). Akhirnya iblis mundur dan tidak berani lagi mendekat pada-Nya.

Saudaraku, jemaat Tiatira adalah jemaat yang penuh kasih, iman, jemaat yang rajin melayani bahkan dikatakan jemaat yang tekun (Wahyu 2:18-19). Namun Tuhan mencela mereka karena mereka kompromi dan membiarkan seorang wanita yang mengaku seorang nabiah dan disebut juga wanita Izebel mengajarkan ajaran sesat di tengah-tengah jemaat Tuhan.

Kompromi juga bisa terjadi karena sikap yang ragu-ragu apakah itu benar atau salah. Orang yang sudah dapat mengetahui dengan pasti mana yang benar dan mana yang salah akan dapat bertindak dengan tegas. Itu artinya kompromi adalah suatu sikap ketidak dewasaan dalam iman. Tuhan ingin umatnya menjadi umat yang dewasa dan bisa bertindak tegas, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, terlebih lagi bisa memutuskan sendiri apa yang benar (Lukas 12:57).

2. Emosi/Amarah.
Amarah dapat membuat orang kehilangan kendali atas dirinya. Setiap manusia mempunyai rasa amarah. Secara matematika amarah berbanding lurus dengan harga diri. Semakin tinggi harga diri seseorang maka semakin tinggi pula peluangnya untuk marah. Namun sebaliknya, amarah berbanding terbalik dengan kasih. Semakin tinggi amarah maka kasih akan semakin menipis. Iblis tahu senjata yang paling gampang untuk menjatuhkan manusia dan menghilangkan kasih adalah melalui amarah. Suami-Istri bisa bercerai pasti penyebab utamanya adalah amarah. Amarah sering di manfaatkan iblis untuk menjatuhkan kita. Oleh sebab itu amarah perlu di padamkan.

Efesus 4:26-27 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Amarah hanya bisa dipadamkan oleh yang namanya kerendahan hati. Orang yang rendah hati tidak akan gampang menjadi marah. Namun sebaliknya, orang yang sombong akan sangat gampang sekali menjadi marah. Kalau boleh saya jabarkan, secara matematika kerendahan hati berbanding lurus dengan kasih dan berbanding terbalik dengan amarah. Artinya, semakin besar sikap rendah hati maka semakin besar pula rasa kasih yang muncul namun semakin kecil peluang amarah untuk muncul.

3. Dosa Masa Lalu.
Iblis sering menggunakan dosa masa lalu untuk membuat anak-anak Tuhan tidak bertumbuh dalam kerohanian. Iblis sering mendakwa kita dengan dosa masa lalu yang pernah kita perbuat.

Rasul Paulus adalah orang yang punya masa lalu yang kelam. Dia menyiksa dan membunuh umat Tuhan. Dia tahu itu adalah dosa besar, namun satu hal yang dia sadari bahwa Tuhan Yesus sudah mengampuni dosanya di kayu salib, dan dia tidak mau iblis menggunakan masa lalunya untuk menghambat pelayanannya. Itulah sebabnya dia berkata :

Filipi 3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Paulus menyadari bahwa Tuhan Yesus telah melupakan dosa masalalunya, oleh sebab itu untuk apa lagi dia mengingat-ngingatnya? Bukankah itu bisa menghalangi pertumbuhan kerohaniannya? Kebih baik fokus kedepan, yaitu mengerjakan visi Tuhan dalam hidupnya.

Kita semua pernah melakukan dosa, namun sejak kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus, Tuhan sudah tidak ingat lagi akan dosa kita. Oleh sebab itu kita pun tidak perlu mengingatnya lagi. Fokuskan hidup kita pada panggilan keselamatan yang dari Tuhan.

Mazmur 130:3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

4. Kekuatiran Masa Depan.
Iblis juga sering menggunakan masa depan untuk menakut-nakuti manusia. Gambaran masa depan yang suram adalah senjata yang paling ampuh iblis untuk membuat manusia kuatir. Karena kekuatirannya membuat manusia jatuh dalam dosa tenung/ramal. Manusia mencari tukang ramal untuk mengetahui masa depannya. Dia tidak tahu bahwa dia telah masuk dalam tipu daya dan dusta iblis.

Zakharia 10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

Saudaraku, itulah empat celah yang umum digunakan oleh iblis untuk masuk dan menguasai manusia, oleh sebab itu mari kita berjaga-jaga senantiasa dan jangan memberi kesempatan kepada iblis untuk masuk dan menguasai kita.

I Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.