Mengapa Allah memilih bangsa Israel?
Menghadapi kegawatan Timur Tengah, negara-negara Islam seperti Iraq, Syria, Libia, Jordan dan PLO terus berusaha menjatuhkan bangsa Israel.
Memang sejak tahun 1945 Israel timbul sebagai suatu negara di antara negara-negara yang selalu menjadi fokus perhatian dunia. Persengketaan di Timur Tengah selalu berkaitan dengan Israel.
Kalau kita tinjau dari sudut kebenaran Alkitab, Israel mempunyai peranan yang penting dalam pergolakan sejarah manusia, sebab mereka adalah kaum pilihan Allah. Semua peristiwa penting yang terjadi dalam negara Israel telah dinubuatkan oleh para nabi, di antaranya adalah Yehezkiel 36:24 yang berbunyi: “Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu.”
Banyak orang bertanya: “Mengapa Tuhan memilih orang Yahudi atau Israel sebagai kaum pilihan-Nya? Apakah kebaikan orang Yahudi sehingga Tuhan memilih mereka?” Karena hal-hal inilah banyak iri hati dan kebencian telah dilontarkan kepada orang Yahudi, di antaranya adalah anti Semitisme pada abad pertengahan dan juga gerekan Nazi di Jerman. Belakangan ini anti Semitisme mulai bergolak lagi dengan tujuan untuk melenyapkan orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia.
Kembali pada pertanyaan tadi, mengapa Tuhan memilih bangsa Israel? Tuhan memilih mereka bukan karena mereka lebih baik daripada bangsa lain, seperti apa yang telah dikatakan oleh Musa: “Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun kiga, maka Tuhan terpikat olehmu dan memilih kamu - bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa?” (Ul 7:7). Ada beberapa faktor yang menyebabkan Tuhan memilih umat-Nya:
1. Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia bermusuhan dengan Allah dan upah dosa adalah maut.
2. Dalam peristiwa menara Babel, manusia telah bersatu untuk melawan Tuhan. Akibatnya Tuhan turun ke atas bumi untuk mengacaubaluakan bahasa manusia sehingga manusia tersebar dan terjadilah bangsa-bangsa yang berbeda di atas permukaan bumi.
3. Karena Allah mengasihi umat manusia, maka Ia menyediakan suatu jalan keselamatan, yaitu Putra-Nya yang tunggal. Yesus Kristus harus datang ke dunia. Ia harus dilahirkan melalui suatu bangsa dan negara tertentu.
4. Bangsa dan negara tersebut harus dipersiapkan untuk menerima wahyu Allah, sehingga kelahiran Juruselamat menjadi suatu realitas dalam sejarah dalam sejarah manusia.
5. Bangsa-bangsa yang merupakan akibat hukuman Allah di Babel, tidak layak menggenapi tujuan Allah untuk penyelamatan dunia. Sebab itu Allah demi rahmat-Nya telah memilih seorang yang bernama Abraham sebagai saluran berkat-Nya. Dari Abraham akan timbul suatu bangsa dan oleh Abraham semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (Kej 12:3)
Karena iman dan kesetiaan Abraham, Allah telah meyakinkan suatu perjanjian yang tidak bersyarat (unconditional covenant) kepada Abraham bahwa Kristus akan dilahirkan oleh keturunan Abraham (Gal 3:16). Keturunan Abraham adalah bangsa Israel.
Bukan saja Allah berjanji tentang kelahiran Juruselamat melalui keturunan Abraham, yaitu bangsa Israel, Allah pun menjanjikan tanah perjanjian (the Promissed Land) sebagai pusaka mereka untuk selama-lamanya. “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat” (Kej 15:18). Perjanjian ini diulang oleh Tuhan kepada Ishak, anak Abraham (Kej 26:3-5). Allah juga mengutarakan lagi kepada Yakub, cucu Abraham (Kej 28:13-15; 35:10-12). Semuanya ini Allah janjikan kepada umat Israel tanpa syarat.
Memang sejarah membuktikan bahwa karena kemurtadan bani Israel, mereka telah dihajar dan dihukum oleh Tuhan, bahkan mereka harus meninggalkan tanah perjanjian dan disebarkan ke seluruh muka bumi. Dosa terbesar yang pernah mereka lakukan adalah menolak Kristus setelah menyalibkan-Nya. Untuk hal tersebut, Yesus menubuatkan hukuman atas bangsa Israel: “Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu” (Luk 21:23-24)
Walaupun demikian, Allah tidak melupakan janji-Nya yang tidak bersyarat kepada Abrahan (Rom 11:1-2). Dengan hikmat-Nya Allah telah mempergunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan bangsa-bangsa lain (Kis 15:14). Sampai pada hari ini, bangsa Israel telah menduduki sebagian besar dari tanah perjanjian dan makin banyak orang Yahudi yang berpaling kepada Tuhan, menerima Yesus sebagai Messias mereka. Kami yakin pada hari kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, bangsa Israel secara kolektif akan bertobat dan beriman kepada Tuhan Yesus, seperti apa yang dikatakan oleh Paulus: “Dengan demikian seluruh Israel akan diselamatkan” (Rom 11:26).
Timur Tengah selalu dalam keadaan gawat. Kita tak tahu apa yang akan terjadi di sana. Kalau peperangan timbul, pastilah Israel menjadi target penyerbuan Palestina beserta sekutu-sekutunya. Memang pemerintah Israel sudah siap siaga dan berjanji akan membalas serangan musuh dengan sepuluh lipat ganda.Namun kami mengetahui bahwa nasib bangsa Israel ada di tangan Tuhan, janji yang tidak bersyarat kepada Abraham itu meyakinkan bahwa Israel tidak mungkin dikalahkan dan diusir ke luar dari Palestina. Tuhan pasti memelihara umat pilihan-Nya (Yer 31:37). Baiklah kita “wait and see”, mengamati bagaimana Tuhan bekerja di Timur Tengah.
Jumat, 01 Mei 2009
Bila Tidak Ada Wahyu
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
Where there is no vision, the people are let loose, But blessed is he who guards the Torah. (The Scriptures) Ams 29:18
Membahas secara praktis: arti Peperangan Rohani (PR), persyaratan, perlengkapan (senjata rohani dan pemetaan rohani), dan strateginya.
Bagaimana mengembangkan suatu komunitas (sekolah, kampus, kota, propinsi, negara) bagi Yahshua Ha Massiah?, topik diskusi ini diberikan pada suatu kelas sekolah misi. Diskusi ini menjadi sangat menarik karena latar belakang hadirin yang berbeda (Asia :Korea Selatan, Jepang, Indonesia, USA, Europa dan Afrika). Seorang berkata, ”Ajari mereka bahasa Inggris, sehingga mereka bisa mengerti berbagai ilmu pengetahuan.” Ditangapi oleh beberapa orang dan termasuk Dosen: Sebagian Afrika, Filipina, Pakistan serta India bisa mengerti bahasa Inggris (bekas jajahan Inggris) namun tetap terbelakang. Banyak idea dan argument diberikan. Singkat cerita diambilnya negara India sebagai study kasus: India cukup lama di jajah oleh negara maju, yayasan sosial gereja Roma Katolik dan yayasan sosial lainnya pun cukup lama (dan banyak) berada di sana, faktanya mayoritas rakyat India tetap miskin (punya senjata nuklir tapi orang mati kelaparan terjadi setiap hari). Dosen berkata bahwa memberi bantuan teknologi dan sandang pangan itu bagus dan diperlukan, namun tampa merubah jiwa mereka (pola pikir dan nilai-nilai kehidupan yang benar) semua itu akan berahir pada kesia-siaan. Roh dan jiwa mereka perlu dibebaskan dari belenggu Iblis dan roh-roh jahat, itulah yang terpenting maka mental dan fisik akan mengikuti dengan mudah. Peperangan rohani adalah kunci untuk pengembangan komunitas yang berhasil!
PENTING: Jika Anda belum lahir baru (bertobat – jiwa dan pikiran, menjadikan Yashua Ha Massiah sebagai YAHWEH Anda dan dibaptis selam), lupakan artikel ini. Fondasi kekristenan Anda perlu dibangun dahulu dengan benar sebelum terlibat di dalam peperangan rohani, Elohim belum mengijinkan Anda (Ibr 1-3). Aktifitas PR ini nyata sekalipun tidak terlihat. Harap baca ayat-ayat ini sebagai contoh: Kis 19:11-17.
Setiap orang Kristen sesungguhnya harus mengerti Peperangan Rohani, baik Anda jemaat biasa ataupun pemimpian pujian gereja atau pun diaken, Anda perlu mengerti ini. Peperangan Rohani bukan hanya tugas Penginjil, Missionari dan Pendoa syafaat saja. Ibu rumah tanggapun perlu diperlengkapi dengan pengetahuan ini agar ia bisa berdoa bagi keluarganya dan hamba-hamba YAHWEH diladang mereka masing-masing.
Penjabaran Peperangan Rohani. Itu adalah peperangan kepada roh-roh jahat (dengan berbagai jenis jabatannya) yang terjadi di alam/ dunia roh (tidak nampak) pada sebuah wilayah dengan tujuan menrebut wilayah itu dari Kerajaan Kegelapan untuk Kerajaan Terang. Mata jasmani kita tidak bisa melihat kehadiran mereka tapi kita tahu mereka ada dari hasil perbuatan mereka nyata. Dua prinsip yang perlu diingat selalu. 1. Hukum Peperangan Rohani 2. Kondisi
Hukum Peperangan rohani. Masalah yang kita lihat dan hadapi setiap hari seperti:
• kejahatan,
• kecanduan obat,
• pembunuhan
• dll.
Pemecahan masalah-masalah dengan ‘memotong ranting pohon’ tidaklah banyak membantu, namun sedihnya cara itulah yang sering dilakukan:
• Mengatasi minuman keras dan rokok: naikan pajak (di negara Barat) atau bakar tempat-tempat penjualan mereka (di negara-negara Islam)
• Mengatasi pelacuran dan pornografi: hukuman cambuk dan denda
• Pemerkosaan, perjinahan dan pembunuhan: penjara atau hukuman mati.
Cara-cara ini cukup bagus namun tidak mencabut akar masalah yang ada: dosa dan pemberontakan manusia atas Penciptanya. Akar dari semua ini tentu Iblis – bapa pendusta dan pemberontak! Pengertian orang Kristen dalam hal ini lebih edvant dari agama apapun, Alkitab telah memberitahukan kita:
[S]enjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Elohim, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Elohim. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (2Kor 10:4-5)
[P]erjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12)
Karena musuh kita adalah roh-roh maka cara-cara daging dan sosial tidak akan banyak berfaedah merubah suatu kommunitas. Ini suatu penilaian umum tertunya, dengan kata lain tidak menutup kemungkinan kedua cara tersebut dipakai oleh-Nya sebagai awal keberhasilan.Hukum peperangan rohani adalah roh harus dihadapi dengan roh. Roh-roh penguasa atas kommunitas yang kita ingin bangun harus dikalahkan dahulu, sebelum mental dan fisiknya di kembangkan.
Kondisi. 1. Anda tidak bisa mengambil sikap netral. Dalam dunia politik ada aliran NON-BLOK / Netral (Yugoslavia pendirinya dan Indonesia salah satu anggotanya). Dalam dunia rohani atau alam roh Anda hanya punya dua pilihan berpihak YAHWEH (Kerajaan Terang) atau sebaliknya berpihak kepada Iblis / Setan / Lucifer (Kerajaan Gelap). Jika Anda tidak memerangi Kerajaan Gelap sesungguhnya Anda sedang dalam serangannya. Panglima perang Anda berpesan, ”Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. (Wah 3:15-16)
2. Kita berada pada posisi pemenang, jika kita tetap berada pada perintah komandan perang kita.
Jikalau bukan YAHWEH yang memihak kepada kita … , maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. (Maz 124:1,5)
If God be for us, who can be against us? (Rom 8:33b; GMLTrans)
Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” (Wah 17:14)
3. Bukan akhir dari sebuah penuaian. Setelah selesai memenangankan peperangan di alam roh, pekerjaan penuaian perlu dilakukan, jika tidak kemungkinan komunitas yang telah direbut itu menjadi bertambah buruk. Lihat contoh Yahshua di wilayah Samaria dan perupamaan rumah yang bersih tapi kosong;:Yoh 4:5-42 ayat kunci: 35 & 40a.41; Luk 11:24-26)
Perlengkapan peperangan rohani. Jangan membunuh tikus dengan bom, namun juga jangan hadapi kapal perang dan tank-tank baja dengan bambu runcing! Kita perlu tahu siapa dan berapa kuat musuh kita sebelum kita maju berperang, sehingga kita maju berperang dengan perlengkapan senjata yang memadai – tidak kebanyakan dan tidak kekurangan. Perlengkapan peperangna rohani melibatkan: Pemetaan Rohani, Perlengkapan senjata Elohim, Doa (tiga macam jenis) dan pujian-penyembahan.
Pemetaan rohani. Adalah bijaksana memiliki peta ketika berpergian ke daerah yang baru, benar? Terlebih lagi di dalam peperangan rohani. Contoh-contoh dari Alkitab: Bil 13:1-2, 17-21; Ul 1:22-24; 2:1; Yos 18:4,6; Kis 17:23 (dari 21-23, Paulus bicara dari hasil observasi). John Dawson (anak dari Joe Dawson penulis Doa Syafaat yang efektif) adalah bapa Pemetaan Rohani untuk abad modern ini. Apa itu pemetaan rohani?
• Cindy Jacobs: Itu adalah penyelidikan dari sebuah kota untuk mengenali sesuatu pendudukan yang Iblis telah buat, yang menghalangi penyebaran Injil dan penginjilan untuk Messiah (1)
• George Otis Jnr.: Itu adalah suatu usaha untuk melihat daerah kita sebagai mana itu adanya dan tidak sebagaimana itu nampak terlihat (1a)
• Isaiah54.org.: Seperti (foto-foto) X-ray dan MRI untuk mendiagnosa apa yang nampak keluar pada bagian luar pasien. (2). MRI (Magnetic resonance imaging) suatu metode pengambilan foto tanpa perlu pembedahan.
Pemetaan rohani bisa disimpulkan sebagai: penyelidikan sejarah sebuah kota (bisa juga negara, intinya sebuah lingkungan hidup manusia) di dalam terang Roh Kudus untuk mengenali benteng-benteng roh-roh jahat yang mendasari kota itu hidup dan berkelakuan, yang menghalangi pertumbuhan rohani Kekristenan kota tersebut. Kata kunci: Doa dan penelitian.
Ahli perang Cina kuno berkata,”Jika kamu mengetahui kekuatan musuhmu, maka kemenangan ada ditanganmu.”
Ingin tahu hal-hal apa yang perlu dipetakan? Lihat daftar ini dalam bentu PDF atau HTML
Kota Los Angeles sebagai contoh, John Dowson pegarang buku “Taking Our Cities for God” merupakan orang pertama yang menyelidiki alam rohani kota Los Angeles ini.
Memiliki peta dan informasi adalah awal kemenangan tapi bukan akhir dari tujuan. Perlu melangkap pada tahap berikutnya. Memakai selengkap senjata rohani Elohim.
Senjata rohani Elohim. Banyak artikel bagus tentang ini telah dibuat.Intinya adalah seorang yang telah lahir baru (dari segala golongan social; Ef 6:1-9) rasul Paulus memerintahkan kita mengenakan semua perlengkapan senjata rohani Elohim ini (11-17) supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Demikianlah seharusnya kondisi seorang Kristen setiap hari, menjaga hidupnya benar, adil, kudus, penuh iman dan firman Elohim dan siap selalu untuk pemberitaan Injil damai sejahtera. Tidak hanya di tempat ibadah tapi di manapun kita berada (sekolah, kampus, pekerjaan). Status orang Kristen yang sering dilupakan ialah bahwa orang Kristen adalah tentara Kerajaan Surga. Jangan pergi perang tanpa selengkap senjata rohani!
Seorang ex-fanatik Budha yang menjadi Kristen cerita pada saya, ”saya di-Injili oleh seorang pemuda Kristen. Malamnya saya sembayang meminta petunjuk roh bagaimana saya bisa menyerang orang Kristen tersebut. Dalam alam roh saya diperlihatkan bahwa orang Kristen ini memiliki banyak lubang kelemahannya. Lalu saya memutuskan untuk menyerang bukan hanya dia tapi sekalian pendetanya. Saya tanya “apa yang kamu kerjakan selanjutnya?. ”Saya pergi kegerejanya, dan duduk dibelakang menerapkan semua ilmu gelap saya untuk menyerang pendetanya yang sedang berkotbah, ia menambahkan. Untung pendeta ini dibungkus dengan kuasa YAHWEH sehingga ilmu jahat orang ini berbalik menyerang kepada dirinya sendiri. Ia muntah darah dan hampir mati. Ia menjadi pekerja gereja tersebut sewaktu ia bercerita ini. Ini tentu hanya lah satu dari ribuan cerita serupa. Karenanya saya katakan bahwa orang belum lahir baru, plus tidak hidup didalam kekudusan jangan prakek peperangan rohani. Kata kunci: hidup kudus senantiasa , tinggal di dalam iman dan firman-Nya, dan tentara Kerajaan Surga.
Doa. Wesley L. Duwel berkata, ”Doa dapat membawa anda secara langsung masuk kesetiap rumah, rumah sakit, kantor pemerintah, ruang pengadilan dimana pun di dunia ini. Seperti halnya jarak tidak dapat menghalangi jangkauan anda dalam doa, demikian halnya dengan tembok atau tanda ”DILARANG MASUK!” tidak dapat menghalangi kehadiran anda atau jangkauan tangan anda dalam doa (W. L. Duwel, Menjangkau Dunia Melalui Doa)
Ada beberapa macam doa orang percaya. Di dalam peperangan rohani kita memakai: Doa-doa syafaat, peperangan dan juga doa keliling.
Doa Syafaat. Artinya: Berdiri diantara dua pihak untuk tujuan memperdamaikan.Umum terjadi di Persekutuan-persekutuan doa, ibadah Saptu dan Minggu bahwa pemimpin ibadah atau acara mengumpulkan pokok-pokok doa dari hadirin: ”Siapa yang mau didoakan?” Sering kali yang terjadi di sini adalah kita mendoakan hal-hal yang nampak (manifestasi dari sebab). Jika kita ingin mendapat jawaban doa yang merubah manusia seutuhnya - bukan sekedar disembuhkan atau masalah dipecahkan – kita harus berkonsultasi dengan Roh Kudus. Kita perlu mempelayari doa syafaat yang efektif. Ini meminta bukan saja jeritan hati, air mata dan belas kasihan kita atas jiwa-jiwa yang terhilang atau yang perlu diselamatkan tapi juga kesabaran berdiam diri mencari petunjuk-Nya. Abraham, Musa dan Yeremia, Daniel dan tentunya juga Roh Kudus adalah contoh-contoh pendoa syafaat yang baik (Kej 18; Kel 32:1-14; Yer 9. 13; Dan 9; Roma 8:26-27). Kata kunci: Meminta belas kasihan YAHWEH untuk orang lain
2. Doa Peperangan Rohani (DPR). Artinya: Berdiri di pihak Elohim untuk menghancurkan perlawan-perlawan musuh yang mencoba menghambat perkembangan Kerajaan Surga. Di sini air mata dan jeritan hati pendoa tidak diperlukan lagi. Setelah Roh Kudus berbicara apa yang harus kita kerjakan maka sekarang kita melangkah kepada ”pergi perang” untuk melucuti kekuatan musuh dan merebut jiwa-jiwa yang ditawan oleh musuh. (mat 12:29). Disini kita menggunakan kata-kata perintah kepada lawan: kami ikat, kami hancurkan pekerjaanmu, kami usir dan sejenisnya (Mark 16:17,). Kata kunci: Menghampiri musuh untuk mengalahkan dan menguasai daerah kekuasaannya. Catatan: Dalam kedua jenis doa ini, berdoa dalam bahasa-roh baik juga untuk digunakan (khususnya jika berdoa sendirian), dan minta Roh Kudus untuk mengartikannya (1 Kor 141-13). Karunia bahasa-roh ini biasanya didapat setelah baptisan selam.
3. Doa Keliling. Diilhami dari perintah YAHWEH kepada Yosua untuk mengeliligi tembok musuh Yeriko (Yos 6:1-5). Pengajran tentang Doa keliling ini susah diterima oleh denominasi gereja tertentu, terutama departement pengembalaan. Doa keliling dikenal umum oleh para penginjil dan missionari, ini mudah dimengerti sebab mereka mengerti dan mengalami Efesus 6:12. Bukti bahwa aktiftas Doa Keliling adalah Alkitabiah bisa dilihat dari panggilan Graham Kendrik (pencetus Berbaris bagi Yahshua), ketika orang tuanya membawa Graham kepersekutuan doa, ia baru berusia di bawah 10 tahun. Nubuat datang kepadanya bahwa YAHWEH akan membangkitkan tentara-tentara-Nya di ahir jaman berbaris melalui kota-kota sambil mengumandangkan puji-pujian dan mengangkat panji-pani-Nya. Ini yang terjadi di berbagai banyak negara setiap bulan July. Lagu-lagu Graham diterjemahkan kedalam puluhan bahasa. Kata kunci: hadir ditempat musuh dan berperang.
Seorang ahli strategi perang berkata: Pertahanan yang paling efektif adalah menyerang pertahanan musuh!
Pujian dan Penyembahan. Inipun termasuk senjata rohani orang Kristen. Pujian dan penyembahan bisa dimasukan ke dalam bagian dari Doa Syafaat maupun Doa Peperangan Rohani. Isinya sama namun pengalamatannya berbeda, di Doa syafaat kita lakukan pujian dan penyembahan untuk mengagungkan YAHWEH, Yahshua dan Roh Kudus. Di DPR kita melakukan Puji dan penyembahan kepada Elohim kita namun aktivitas ini berfungsi sebagai perisai dan pedang roh untuk menghadapi Setan dan rekan-rekannya. Kedua aspek kerja dari pujian dan penyembahan ini Anda bisa lihat pada kehidupan Daud. Ia melakukan PdP sebagai ucapan syukur, pengagungan, permohonan doa kepada YAHWEH dan dibagian lain dengan PdP ia mengusir roh-roh jahat dan musuh-musuhnya.
• Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Elohim itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. (1Sam 16:23)
• Biarlah pujian pengagungan Elohim ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, (Maz 149:6)
Kata kunci: Di dalam hadirat Elohim memerangi musuh-Nya.
Strategi Peperangan Rohani (SPR). Perlengkapan perang yang canggih haruslah diimbangi dengan strategi perang yang baik.. Alexsander Agung (Yunani) dan Gaius Julius Caesar (100-44 BC)(Romawi) merupakan jenderal-jenderal perang yang genius di jaman mereka.SPR Kristen sangat berbeda dengan segala strategi peperangan jasmani dan rohani non-Kristen apapun, apa alasannya? Seperti saya telah tulis diatas bahwa kondisi kita adalah kita berada dalam posisi pemenang. Itulah alasannya!
YAHWEH menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan YAHWEHlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” (1Sam 17:47)
Jadi sesungguhnya SPR yang membawa kemenangan itu bergantung dari diri kita sendiri, kunci kemenangan ada ditangan kita, pertanyaannya ialah apakah kita bisa memakainya? inilah daftar penting yang perlu diingat sebelum mulai perang:
1. Mengadakan pemberesan pribadi (pengampunan dosa dan saling memaafkan), minta darah Yahshua membungkus Anda dan team, sehingga serangan balik musuh tidak bisa berpengaruh atas Anda semua (Ams 26:2).
2. Beriman
3. Satu hati dan pikiran – sepakat. Melawan bani Amalek (Kel 17:8-13)
4. Tunduk kepada komandan Utama dan pemimpin team (Yak 4:7) Orang Ai mengalahkan tentara pasukan Yosua yang lebih kuat (Yos 7:2-21 )
5. Pantang menyerah dan tidak putus asa (Dan 10:12-14). Jika Yahweh belum menjawab (doa puasa selama 40 hari) maka kami akan doa puasa 40 hari lagi. 40 hari yang kedua Yahweh belum jawab, saya doa puasa untuk 40 hari yang ketiga.” (Bp. Bambang Budijanto M.Th., DOA jalan menuju peperangan rohani).
6. Peka terhadap perubahan pimpinan Roh Kudus. Pelajari 2 Sam 5:18-25; Strategi-Nya berubah untuk menghadapi musuh yang sama pada tempat yang sama.
7. Pastikan bahwa perlindungan dan senjata rohani kita aktif pada tiga unsur keberadaan Yahshua: Darah-Nya yang telah tercurah di Golgota (Ibr 10:10), kuasa di dalam Nama-Nya (Fil 2:9-11), dan kuasa otoritas-Nya atas alam semesta (Ef 1:20-23; Mat 28:18)
Bagaimana memulai dan mengoperasikan peperangan rohani? Berikut ini langkah-langkah teknisnya:
1. Mulai dari diri Anda sendiri; mencari kehendak YAHWEH atas diri Anda dan wilayah yang IA ingin kerakan melalui Anda.
2. Mintalah kepada-Nya rekan-rekan yang sehati dan sevisi
3. Dengan team yang ada mulailah membuat pemetaan rohani: pengumpulan data-data wilayah yang akan digarap melalui doa syafaat dan study sejarah. Tuliskan semua benteng-benteng musuh yang team telah dapatkan.
4. Melalui pimpinan Roh Kudus, mulailah peperangan rohani .a. doa peperangan b. doa keliling ditempat musuh (bila lokasi wilayah besar sekali, kendaraan bisa dipakai). Hal yang utama dikerjakan di sini: mengikat dan menghancurkan kuasa si jahat atas wilayah dan penduduknya dan setelah itu melepaskan kuasa dan berkat YAHWEH atas mereka
5. Selesai, namun tetap berjaga-jaga. supaya kamu dapat … tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu (Ef 6:13b)
Ingat, langkah-langkah penuaian harus diambil segera! Penginjilan dan kebaktian kebangunan rohani (kkr) dan kelompok sel serta kelas-kelas Alkitab perlu digalakan untuk menuai jiwa-jiwa yang telah dibebaskan dari pengaruh kekuasaan penghulu udara wilayah di mana mereka berada..
Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wah 12:11)
Where there is no vision, the people are let loose, But blessed is he who guards the Torah. (The Scriptures) Ams 29:18
Membahas secara praktis: arti Peperangan Rohani (PR), persyaratan, perlengkapan (senjata rohani dan pemetaan rohani), dan strateginya.
Bagaimana mengembangkan suatu komunitas (sekolah, kampus, kota, propinsi, negara) bagi Yahshua Ha Massiah?, topik diskusi ini diberikan pada suatu kelas sekolah misi. Diskusi ini menjadi sangat menarik karena latar belakang hadirin yang berbeda (Asia :Korea Selatan, Jepang, Indonesia, USA, Europa dan Afrika). Seorang berkata, ”Ajari mereka bahasa Inggris, sehingga mereka bisa mengerti berbagai ilmu pengetahuan.” Ditangapi oleh beberapa orang dan termasuk Dosen: Sebagian Afrika, Filipina, Pakistan serta India bisa mengerti bahasa Inggris (bekas jajahan Inggris) namun tetap terbelakang. Banyak idea dan argument diberikan. Singkat cerita diambilnya negara India sebagai study kasus: India cukup lama di jajah oleh negara maju, yayasan sosial gereja Roma Katolik dan yayasan sosial lainnya pun cukup lama (dan banyak) berada di sana, faktanya mayoritas rakyat India tetap miskin (punya senjata nuklir tapi orang mati kelaparan terjadi setiap hari). Dosen berkata bahwa memberi bantuan teknologi dan sandang pangan itu bagus dan diperlukan, namun tampa merubah jiwa mereka (pola pikir dan nilai-nilai kehidupan yang benar) semua itu akan berahir pada kesia-siaan. Roh dan jiwa mereka perlu dibebaskan dari belenggu Iblis dan roh-roh jahat, itulah yang terpenting maka mental dan fisik akan mengikuti dengan mudah. Peperangan rohani adalah kunci untuk pengembangan komunitas yang berhasil!
PENTING: Jika Anda belum lahir baru (bertobat – jiwa dan pikiran, menjadikan Yashua Ha Massiah sebagai YAHWEH Anda dan dibaptis selam), lupakan artikel ini. Fondasi kekristenan Anda perlu dibangun dahulu dengan benar sebelum terlibat di dalam peperangan rohani, Elohim belum mengijinkan Anda (Ibr 1-3). Aktifitas PR ini nyata sekalipun tidak terlihat. Harap baca ayat-ayat ini sebagai contoh: Kis 19:11-17.
Setiap orang Kristen sesungguhnya harus mengerti Peperangan Rohani, baik Anda jemaat biasa ataupun pemimpian pujian gereja atau pun diaken, Anda perlu mengerti ini. Peperangan Rohani bukan hanya tugas Penginjil, Missionari dan Pendoa syafaat saja. Ibu rumah tanggapun perlu diperlengkapi dengan pengetahuan ini agar ia bisa berdoa bagi keluarganya dan hamba-hamba YAHWEH diladang mereka masing-masing.
Penjabaran Peperangan Rohani. Itu adalah peperangan kepada roh-roh jahat (dengan berbagai jenis jabatannya) yang terjadi di alam/ dunia roh (tidak nampak) pada sebuah wilayah dengan tujuan menrebut wilayah itu dari Kerajaan Kegelapan untuk Kerajaan Terang. Mata jasmani kita tidak bisa melihat kehadiran mereka tapi kita tahu mereka ada dari hasil perbuatan mereka nyata. Dua prinsip yang perlu diingat selalu. 1. Hukum Peperangan Rohani 2. Kondisi
Hukum Peperangan rohani. Masalah yang kita lihat dan hadapi setiap hari seperti:
• kejahatan,
• kecanduan obat,
• pembunuhan
• dll.
Pemecahan masalah-masalah dengan ‘memotong ranting pohon’ tidaklah banyak membantu, namun sedihnya cara itulah yang sering dilakukan:
• Mengatasi minuman keras dan rokok: naikan pajak (di negara Barat) atau bakar tempat-tempat penjualan mereka (di negara-negara Islam)
• Mengatasi pelacuran dan pornografi: hukuman cambuk dan denda
• Pemerkosaan, perjinahan dan pembunuhan: penjara atau hukuman mati.
Cara-cara ini cukup bagus namun tidak mencabut akar masalah yang ada: dosa dan pemberontakan manusia atas Penciptanya. Akar dari semua ini tentu Iblis – bapa pendusta dan pemberontak! Pengertian orang Kristen dalam hal ini lebih edvant dari agama apapun, Alkitab telah memberitahukan kita:
[S]enjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Elohim, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Elohim. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (2Kor 10:4-5)
[P]erjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Ef 6:12)
Karena musuh kita adalah roh-roh maka cara-cara daging dan sosial tidak akan banyak berfaedah merubah suatu kommunitas. Ini suatu penilaian umum tertunya, dengan kata lain tidak menutup kemungkinan kedua cara tersebut dipakai oleh-Nya sebagai awal keberhasilan.Hukum peperangan rohani adalah roh harus dihadapi dengan roh. Roh-roh penguasa atas kommunitas yang kita ingin bangun harus dikalahkan dahulu, sebelum mental dan fisiknya di kembangkan.
Kondisi. 1. Anda tidak bisa mengambil sikap netral. Dalam dunia politik ada aliran NON-BLOK / Netral (Yugoslavia pendirinya dan Indonesia salah satu anggotanya). Dalam dunia rohani atau alam roh Anda hanya punya dua pilihan berpihak YAHWEH (Kerajaan Terang) atau sebaliknya berpihak kepada Iblis / Setan / Lucifer (Kerajaan Gelap). Jika Anda tidak memerangi Kerajaan Gelap sesungguhnya Anda sedang dalam serangannya. Panglima perang Anda berpesan, ”Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. (Wah 3:15-16)
2. Kita berada pada posisi pemenang, jika kita tetap berada pada perintah komandan perang kita.
Jikalau bukan YAHWEH yang memihak kepada kita … , maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. (Maz 124:1,5)
If God be for us, who can be against us? (Rom 8:33b; GMLTrans)
Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.” (Wah 17:14)
3. Bukan akhir dari sebuah penuaian. Setelah selesai memenangankan peperangan di alam roh, pekerjaan penuaian perlu dilakukan, jika tidak kemungkinan komunitas yang telah direbut itu menjadi bertambah buruk. Lihat contoh Yahshua di wilayah Samaria dan perupamaan rumah yang bersih tapi kosong;:Yoh 4:5-42 ayat kunci: 35 & 40a.41; Luk 11:24-26)
Perlengkapan peperangan rohani. Jangan membunuh tikus dengan bom, namun juga jangan hadapi kapal perang dan tank-tank baja dengan bambu runcing! Kita perlu tahu siapa dan berapa kuat musuh kita sebelum kita maju berperang, sehingga kita maju berperang dengan perlengkapan senjata yang memadai – tidak kebanyakan dan tidak kekurangan. Perlengkapan peperangna rohani melibatkan: Pemetaan Rohani, Perlengkapan senjata Elohim, Doa (tiga macam jenis) dan pujian-penyembahan.
Pemetaan rohani. Adalah bijaksana memiliki peta ketika berpergian ke daerah yang baru, benar? Terlebih lagi di dalam peperangan rohani. Contoh-contoh dari Alkitab: Bil 13:1-2, 17-21; Ul 1:22-24; 2:1; Yos 18:4,6; Kis 17:23 (dari 21-23, Paulus bicara dari hasil observasi). John Dawson (anak dari Joe Dawson penulis Doa Syafaat yang efektif) adalah bapa Pemetaan Rohani untuk abad modern ini. Apa itu pemetaan rohani?
• Cindy Jacobs: Itu adalah penyelidikan dari sebuah kota untuk mengenali sesuatu pendudukan yang Iblis telah buat, yang menghalangi penyebaran Injil dan penginjilan untuk Messiah (1)
• George Otis Jnr.: Itu adalah suatu usaha untuk melihat daerah kita sebagai mana itu adanya dan tidak sebagaimana itu nampak terlihat (1a)
• Isaiah54.org.: Seperti (foto-foto) X-ray dan MRI untuk mendiagnosa apa yang nampak keluar pada bagian luar pasien. (2). MRI (Magnetic resonance imaging) suatu metode pengambilan foto tanpa perlu pembedahan.
Pemetaan rohani bisa disimpulkan sebagai: penyelidikan sejarah sebuah kota (bisa juga negara, intinya sebuah lingkungan hidup manusia) di dalam terang Roh Kudus untuk mengenali benteng-benteng roh-roh jahat yang mendasari kota itu hidup dan berkelakuan, yang menghalangi pertumbuhan rohani Kekristenan kota tersebut. Kata kunci: Doa dan penelitian.
Ahli perang Cina kuno berkata,”Jika kamu mengetahui kekuatan musuhmu, maka kemenangan ada ditanganmu.”
Ingin tahu hal-hal apa yang perlu dipetakan? Lihat daftar ini dalam bentu PDF atau HTML
Kota Los Angeles sebagai contoh, John Dowson pegarang buku “Taking Our Cities for God” merupakan orang pertama yang menyelidiki alam rohani kota Los Angeles ini.
Memiliki peta dan informasi adalah awal kemenangan tapi bukan akhir dari tujuan. Perlu melangkap pada tahap berikutnya. Memakai selengkap senjata rohani Elohim.
Senjata rohani Elohim. Banyak artikel bagus tentang ini telah dibuat.Intinya adalah seorang yang telah lahir baru (dari segala golongan social; Ef 6:1-9) rasul Paulus memerintahkan kita mengenakan semua perlengkapan senjata rohani Elohim ini (11-17) supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Demikianlah seharusnya kondisi seorang Kristen setiap hari, menjaga hidupnya benar, adil, kudus, penuh iman dan firman Elohim dan siap selalu untuk pemberitaan Injil damai sejahtera. Tidak hanya di tempat ibadah tapi di manapun kita berada (sekolah, kampus, pekerjaan). Status orang Kristen yang sering dilupakan ialah bahwa orang Kristen adalah tentara Kerajaan Surga. Jangan pergi perang tanpa selengkap senjata rohani!
Seorang ex-fanatik Budha yang menjadi Kristen cerita pada saya, ”saya di-Injili oleh seorang pemuda Kristen. Malamnya saya sembayang meminta petunjuk roh bagaimana saya bisa menyerang orang Kristen tersebut. Dalam alam roh saya diperlihatkan bahwa orang Kristen ini memiliki banyak lubang kelemahannya. Lalu saya memutuskan untuk menyerang bukan hanya dia tapi sekalian pendetanya. Saya tanya “apa yang kamu kerjakan selanjutnya?. ”Saya pergi kegerejanya, dan duduk dibelakang menerapkan semua ilmu gelap saya untuk menyerang pendetanya yang sedang berkotbah, ia menambahkan. Untung pendeta ini dibungkus dengan kuasa YAHWEH sehingga ilmu jahat orang ini berbalik menyerang kepada dirinya sendiri. Ia muntah darah dan hampir mati. Ia menjadi pekerja gereja tersebut sewaktu ia bercerita ini. Ini tentu hanya lah satu dari ribuan cerita serupa. Karenanya saya katakan bahwa orang belum lahir baru, plus tidak hidup didalam kekudusan jangan prakek peperangan rohani. Kata kunci: hidup kudus senantiasa , tinggal di dalam iman dan firman-Nya, dan tentara Kerajaan Surga.
Doa. Wesley L. Duwel berkata, ”Doa dapat membawa anda secara langsung masuk kesetiap rumah, rumah sakit, kantor pemerintah, ruang pengadilan dimana pun di dunia ini. Seperti halnya jarak tidak dapat menghalangi jangkauan anda dalam doa, demikian halnya dengan tembok atau tanda ”DILARANG MASUK!” tidak dapat menghalangi kehadiran anda atau jangkauan tangan anda dalam doa (W. L. Duwel, Menjangkau Dunia Melalui Doa)
Ada beberapa macam doa orang percaya. Di dalam peperangan rohani kita memakai: Doa-doa syafaat, peperangan dan juga doa keliling.
Doa Syafaat. Artinya: Berdiri diantara dua pihak untuk tujuan memperdamaikan.Umum terjadi di Persekutuan-persekutuan doa, ibadah Saptu dan Minggu bahwa pemimpin ibadah atau acara mengumpulkan pokok-pokok doa dari hadirin: ”Siapa yang mau didoakan?” Sering kali yang terjadi di sini adalah kita mendoakan hal-hal yang nampak (manifestasi dari sebab). Jika kita ingin mendapat jawaban doa yang merubah manusia seutuhnya - bukan sekedar disembuhkan atau masalah dipecahkan – kita harus berkonsultasi dengan Roh Kudus. Kita perlu mempelayari doa syafaat yang efektif. Ini meminta bukan saja jeritan hati, air mata dan belas kasihan kita atas jiwa-jiwa yang terhilang atau yang perlu diselamatkan tapi juga kesabaran berdiam diri mencari petunjuk-Nya. Abraham, Musa dan Yeremia, Daniel dan tentunya juga Roh Kudus adalah contoh-contoh pendoa syafaat yang baik (Kej 18; Kel 32:1-14; Yer 9. 13; Dan 9; Roma 8:26-27). Kata kunci: Meminta belas kasihan YAHWEH untuk orang lain
2. Doa Peperangan Rohani (DPR). Artinya: Berdiri di pihak Elohim untuk menghancurkan perlawan-perlawan musuh yang mencoba menghambat perkembangan Kerajaan Surga. Di sini air mata dan jeritan hati pendoa tidak diperlukan lagi. Setelah Roh Kudus berbicara apa yang harus kita kerjakan maka sekarang kita melangkah kepada ”pergi perang” untuk melucuti kekuatan musuh dan merebut jiwa-jiwa yang ditawan oleh musuh. (mat 12:29). Disini kita menggunakan kata-kata perintah kepada lawan: kami ikat, kami hancurkan pekerjaanmu, kami usir dan sejenisnya (Mark 16:17,). Kata kunci: Menghampiri musuh untuk mengalahkan dan menguasai daerah kekuasaannya. Catatan: Dalam kedua jenis doa ini, berdoa dalam bahasa-roh baik juga untuk digunakan (khususnya jika berdoa sendirian), dan minta Roh Kudus untuk mengartikannya (1 Kor 141-13). Karunia bahasa-roh ini biasanya didapat setelah baptisan selam.
3. Doa Keliling. Diilhami dari perintah YAHWEH kepada Yosua untuk mengeliligi tembok musuh Yeriko (Yos 6:1-5). Pengajran tentang Doa keliling ini susah diterima oleh denominasi gereja tertentu, terutama departement pengembalaan. Doa keliling dikenal umum oleh para penginjil dan missionari, ini mudah dimengerti sebab mereka mengerti dan mengalami Efesus 6:12. Bukti bahwa aktiftas Doa Keliling adalah Alkitabiah bisa dilihat dari panggilan Graham Kendrik (pencetus Berbaris bagi Yahshua), ketika orang tuanya membawa Graham kepersekutuan doa, ia baru berusia di bawah 10 tahun. Nubuat datang kepadanya bahwa YAHWEH akan membangkitkan tentara-tentara-Nya di ahir jaman berbaris melalui kota-kota sambil mengumandangkan puji-pujian dan mengangkat panji-pani-Nya. Ini yang terjadi di berbagai banyak negara setiap bulan July. Lagu-lagu Graham diterjemahkan kedalam puluhan bahasa. Kata kunci: hadir ditempat musuh dan berperang.
Seorang ahli strategi perang berkata: Pertahanan yang paling efektif adalah menyerang pertahanan musuh!
Pujian dan Penyembahan. Inipun termasuk senjata rohani orang Kristen. Pujian dan penyembahan bisa dimasukan ke dalam bagian dari Doa Syafaat maupun Doa Peperangan Rohani. Isinya sama namun pengalamatannya berbeda, di Doa syafaat kita lakukan pujian dan penyembahan untuk mengagungkan YAHWEH, Yahshua dan Roh Kudus. Di DPR kita melakukan Puji dan penyembahan kepada Elohim kita namun aktivitas ini berfungsi sebagai perisai dan pedang roh untuk menghadapi Setan dan rekan-rekannya. Kedua aspek kerja dari pujian dan penyembahan ini Anda bisa lihat pada kehidupan Daud. Ia melakukan PdP sebagai ucapan syukur, pengagungan, permohonan doa kepada YAHWEH dan dibagian lain dengan PdP ia mengusir roh-roh jahat dan musuh-musuhnya.
• Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Elohim itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. (1Sam 16:23)
• Biarlah pujian pengagungan Elohim ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, (Maz 149:6)
Kata kunci: Di dalam hadirat Elohim memerangi musuh-Nya.
Strategi Peperangan Rohani (SPR). Perlengkapan perang yang canggih haruslah diimbangi dengan strategi perang yang baik.. Alexsander Agung (Yunani) dan Gaius Julius Caesar (100-44 BC)(Romawi) merupakan jenderal-jenderal perang yang genius di jaman mereka.SPR Kristen sangat berbeda dengan segala strategi peperangan jasmani dan rohani non-Kristen apapun, apa alasannya? Seperti saya telah tulis diatas bahwa kondisi kita adalah kita berada dalam posisi pemenang. Itulah alasannya!
YAHWEH menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan YAHWEHlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” (1Sam 17:47)
Jadi sesungguhnya SPR yang membawa kemenangan itu bergantung dari diri kita sendiri, kunci kemenangan ada ditangan kita, pertanyaannya ialah apakah kita bisa memakainya? inilah daftar penting yang perlu diingat sebelum mulai perang:
1. Mengadakan pemberesan pribadi (pengampunan dosa dan saling memaafkan), minta darah Yahshua membungkus Anda dan team, sehingga serangan balik musuh tidak bisa berpengaruh atas Anda semua (Ams 26:2).
2. Beriman
3. Satu hati dan pikiran – sepakat. Melawan bani Amalek (Kel 17:8-13)
4. Tunduk kepada komandan Utama dan pemimpin team (Yak 4:7) Orang Ai mengalahkan tentara pasukan Yosua yang lebih kuat (Yos 7:2-21 )
5. Pantang menyerah dan tidak putus asa (Dan 10:12-14). Jika Yahweh belum menjawab (doa puasa selama 40 hari) maka kami akan doa puasa 40 hari lagi. 40 hari yang kedua Yahweh belum jawab, saya doa puasa untuk 40 hari yang ketiga.” (Bp. Bambang Budijanto M.Th., DOA jalan menuju peperangan rohani).
6. Peka terhadap perubahan pimpinan Roh Kudus. Pelajari 2 Sam 5:18-25; Strategi-Nya berubah untuk menghadapi musuh yang sama pada tempat yang sama.
7. Pastikan bahwa perlindungan dan senjata rohani kita aktif pada tiga unsur keberadaan Yahshua: Darah-Nya yang telah tercurah di Golgota (Ibr 10:10), kuasa di dalam Nama-Nya (Fil 2:9-11), dan kuasa otoritas-Nya atas alam semesta (Ef 1:20-23; Mat 28:18)
Bagaimana memulai dan mengoperasikan peperangan rohani? Berikut ini langkah-langkah teknisnya:
1. Mulai dari diri Anda sendiri; mencari kehendak YAHWEH atas diri Anda dan wilayah yang IA ingin kerakan melalui Anda.
2. Mintalah kepada-Nya rekan-rekan yang sehati dan sevisi
3. Dengan team yang ada mulailah membuat pemetaan rohani: pengumpulan data-data wilayah yang akan digarap melalui doa syafaat dan study sejarah. Tuliskan semua benteng-benteng musuh yang team telah dapatkan.
4. Melalui pimpinan Roh Kudus, mulailah peperangan rohani .a. doa peperangan b. doa keliling ditempat musuh (bila lokasi wilayah besar sekali, kendaraan bisa dipakai). Hal yang utama dikerjakan di sini: mengikat dan menghancurkan kuasa si jahat atas wilayah dan penduduknya dan setelah itu melepaskan kuasa dan berkat YAHWEH atas mereka
5. Selesai, namun tetap berjaga-jaga. supaya kamu dapat … tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu (Ef 6:13b)
Ingat, langkah-langkah penuaian harus diambil segera! Penginjilan dan kebaktian kebangunan rohani (kkr) dan kelompok sel serta kelas-kelas Alkitab perlu digalakan untuk menuai jiwa-jiwa yang telah dibebaskan dari pengaruh kekuasaan penghulu udara wilayah di mana mereka berada..
Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wah 12:11)
Apa Yang Harus Kita Lakukan Saat Menghadapi Badai
Apa Yang Harus Kita Lakukan Saat Menghadapi Badai
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.” Matius 14: 24, 25
Bacaan minggu ini diambil dari kitab Matius 14: 22-33 cerita tentang Yesus berjalan di atas air.
Sering kali orang-orang berpikir bahwa kehidupan orang Kristen itu berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, kita hidup penuh dengan masalah.
Di dalam perikop pembacaan kita hari ini, dikatakan bahwa Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang danau Galilea. Setelah beberapa mil jauhnya dari pantai, perahu itu diombang-ambingkan oleh gelombang, karena angin sakal. Murid-murid Yesus menghadapi masalah di tengah-tengah ketaatan mereka dalam melakukan perintah Tuhan Yesus, yaitu mendahului-Nya untuk ke seberang.
Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup yang bebas dari masalah, tetapi Ia berjanji akan selalu menyertai kita.
Di saat kita berada di tengah-tengah masalah Tuhan ingin agar kita meresponiNya. Kita harus sadar bahwa kita bisa saja di dalam kehendak Tuhan saat kita menghadapi masalah. Janganlah kita berpikir bahwa Tuhan hanya bersama-sama dengan kita saat keadaan kita ada di dalam keadaan baik, dan Dia tidak bersama dengan kita saat keadaan buruk. Kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita tidak dapat dilihat dan bergantung kepada keadaan yang kita alami.
Di tengah-tengah badai murid-murid belajar bahwa Yesus selalu ada bersama dengan mereka senantiasa.
Jikalau Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk ke seberang danau, Dia pasti akan menyertai mereka. Begitu juga dengan setiap kita, Ia akan selalu bersama-sama dengan kita.
Namun kita juga perlu tahu bahwa mungkin juga kita ada dalam masalah karena kita keluar dari rencana dan kehendak Allah.
Apapun situasi kita, percayalah bahwa badai yang kita hadapi tidak sebesar Allah kita! Sewaktu kita berada di dalam masalah, dan berseru kepada-Nya, mungkin seolah-olah Ia tidak menjawabnya; Kita menjadi gelisah dan takut seperti murid-murid Yesus. Ketahuilah bahwa pertolongan-Nya tidaklah pernah terlambat, Dia selalu tepat waktu.
“Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!””(Matius 14: 27).
Janganlah kita memandang masalah kita dengan mata jasmani, tetapi pandanglah dengan mata rohani, sebab jika tidak kita semua akan menjadi takut.
Saat murid-murid Yesus sadar bahwa yang berjalan di atas air adalah Tuhan Yesus, Petrus berseru kepada-Nya: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air” (ayat ke-28).
Untuk sesaat Petrus percaya dan memandang kepada Yesus, namun ketika ia mulai berjalan di atas air Petrus mulai melihat lagi masalah di sekelilingnya, dan ia pun mulai tenggelam.
Apapun yang terjadi biarlah mata kita hanya tertuju kepada Tuhan Yesus dan bukan kepada masalah kita.
Kita sering mengkritik Petrus karena ia tenggelam. Kita perlu perhatikan juga bahwa Petrus berseru kepada Tuhan Yesus dan berani melangkah melakukan apa yang Tuhan katakan.
Masalah-masalah yang kita hadapi akan membuat kita lebih dekat lagi kepada Tuhan Yesus. Biarlah dalam proses masalah mata kita hanya tertuju kepada-Nya.
“Problems will make us better and not bitter.”
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.” Matius 14: 24, 25
Bacaan minggu ini diambil dari kitab Matius 14: 22-33 cerita tentang Yesus berjalan di atas air.
Sering kali orang-orang berpikir bahwa kehidupan orang Kristen itu berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, kita hidup penuh dengan masalah.
Di dalam perikop pembacaan kita hari ini, dikatakan bahwa Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang danau Galilea. Setelah beberapa mil jauhnya dari pantai, perahu itu diombang-ambingkan oleh gelombang, karena angin sakal. Murid-murid Yesus menghadapi masalah di tengah-tengah ketaatan mereka dalam melakukan perintah Tuhan Yesus, yaitu mendahului-Nya untuk ke seberang.
Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup yang bebas dari masalah, tetapi Ia berjanji akan selalu menyertai kita.
Di saat kita berada di tengah-tengah masalah Tuhan ingin agar kita meresponiNya. Kita harus sadar bahwa kita bisa saja di dalam kehendak Tuhan saat kita menghadapi masalah. Janganlah kita berpikir bahwa Tuhan hanya bersama-sama dengan kita saat keadaan kita ada di dalam keadaan baik, dan Dia tidak bersama dengan kita saat keadaan buruk. Kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita tidak dapat dilihat dan bergantung kepada keadaan yang kita alami.
Di tengah-tengah badai murid-murid belajar bahwa Yesus selalu ada bersama dengan mereka senantiasa.
Jikalau Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk ke seberang danau, Dia pasti akan menyertai mereka. Begitu juga dengan setiap kita, Ia akan selalu bersama-sama dengan kita.
Namun kita juga perlu tahu bahwa mungkin juga kita ada dalam masalah karena kita keluar dari rencana dan kehendak Allah.
Apapun situasi kita, percayalah bahwa badai yang kita hadapi tidak sebesar Allah kita! Sewaktu kita berada di dalam masalah, dan berseru kepada-Nya, mungkin seolah-olah Ia tidak menjawabnya; Kita menjadi gelisah dan takut seperti murid-murid Yesus. Ketahuilah bahwa pertolongan-Nya tidaklah pernah terlambat, Dia selalu tepat waktu.
“Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!””(Matius 14: 27).
Janganlah kita memandang masalah kita dengan mata jasmani, tetapi pandanglah dengan mata rohani, sebab jika tidak kita semua akan menjadi takut.
Saat murid-murid Yesus sadar bahwa yang berjalan di atas air adalah Tuhan Yesus, Petrus berseru kepada-Nya: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air” (ayat ke-28).
Untuk sesaat Petrus percaya dan memandang kepada Yesus, namun ketika ia mulai berjalan di atas air Petrus mulai melihat lagi masalah di sekelilingnya, dan ia pun mulai tenggelam.
Apapun yang terjadi biarlah mata kita hanya tertuju kepada Tuhan Yesus dan bukan kepada masalah kita.
Kita sering mengkritik Petrus karena ia tenggelam. Kita perlu perhatikan juga bahwa Petrus berseru kepada Tuhan Yesus dan berani melangkah melakukan apa yang Tuhan katakan.
Masalah-masalah yang kita hadapi akan membuat kita lebih dekat lagi kepada Tuhan Yesus. Biarlah dalam proses masalah mata kita hanya tertuju kepada-Nya.
“Problems will make us better and not bitter.”
Bahasa Roh
Bahasa Roh
Alkisah seorang anak Tuhan yang memiliki sebuah kerinduan yang membara, kerinduan itu hanya satu hal, supaya ia dapat berbahasa roh.
Kerinduan ini baginya segala-galanya, ia berpikir bahwa karunia bahasa roh itu "the best of the best" dibandingkan karunia yang lainnya. Untuk membayar harganya ia rela berdoa puasa, tirakat, semedi dan mencoba-coba menggerakkan bibirnya seperti yang sudah didengar dan dilihatnya dari orang lain. Tekad ini semakin kuat sehingga ia tidak mau berbahasa roh seperti yang lainnya ia akan minta bahasa roh yang terbaik melebihi saudara-saudaranya seiman. Sesudah menyelesaikan petualangannya, anak muda ini datang kepada Pendetanya dan berkata: Pak Pendeta saya sudah mendapatkan karunia bahasa roh,.... Oh ya ... jawab Pendeta singkat, Pak Pendeta mau dengar nggak bahasa baru yang saya punya??, demikian lanjutnya. Pendeta yang diajak bicara mulai memperhatikannya dengan wajah yang agak bingung sebab bahasa itu merupakan bahasa doa, yang hanya diucapkan antara seorang anak Tuhan kepada Bapanya. Belum sempat Pendeta memberi jawab maka anak muda ini berkata: Begini pak bahasa yang keluar dari mulut saya, " weleh ..... weleh....weleh" ..., apakah ini bahasa roh bukan pak? Demikan pertanyaan lugu yang diberikan kepada sang pendeta. Ketika Pendeta mendengar kata itu, dalam hatinya tertawa, tetapi untuk menjaga perasaan jemaatnya, ia menyembunyikan tawanya, malah ia menambahkan, .... Wes... hewes... hewes .. bablas angine.. nanti kamu akan mendapat bahasa itu juga"ia memberi jawabnya sambil tertawa dalam hatinya dan keluar tanpa nasehat yang diharapkan oleh jemaatnya yang "mbonten-mbonten" (aneh-aneh.red) itu.
Banyak anak-anak Tuhan di lingkungan kharismatik begitu getol untuk karunia yang satu ini, bahkan ada pendeta-pendeta Pentakosta orthodok memberikan ultimatum "karunia bahasa roh" harus dan mutlak karena sebagai tanda orang yang dipenuhi Roh Kudus sehingga banyak Jemaat dan hamba-hamba Tuhan memburu karunia bahasa Roh ini bagaikan memburu harta karun raja Salomo. Pengalaman penulis pernah mendapatkan telpon dari seorang hamba Tuhan dari sebuah gereja "X" yang menekankan karunia roh ini sehingga setiap kebaktian sebelum memulai kotbah Pendeta harus berbahasa roh dulu tanpa itu jangan harap jemaat mau mendengar kotbahnya. Tidak jarang jemaat yang tidak mendengar bahasa roh dalam doa pendetanya, langsung pulang tanpa permisi dan tanpa komando. Sehingga pendeta ini harus meniru-niru dan menciptakan bahasa yang tidak dapat di mengerti dalam irama yang sedikit bisa meng "kitik-kitik" sehingga Jemaat sampai geli dan merasa puas, dan mau duduk manis mendengar Firman.
Lain lagi gereja yang seluruh jemaatnya mendapat karunia bahasa roh, setiap mereka berkumpul dalam doanya mereka tidak lagi menggunakan bahasa yang dapat dimengerti (bahasa Indonesia, red) tetapi semua berbahasa roh sehingga suasana kebaktian bagaikan pasar malam, dengan suitan... suitan tidak karuan, lainnya cit...cicit cuit ...cit..cit .... cuit .... Yang lain menggema dengan suara lantang ingin menonjolkan bahasa yang diucapkan lebih baik dari pada bahasa lain, coba bayangkan kalau orang awam masuk dalam ibadah ini, maka ia menganggap mereka yang kebaktian semuanya "kurang setengah ons", sebab sudah tidak mengerti bahasanya, apa yang ia saksikan tangisan, jeritan, raungan, sementara yang lain tertawa terkekeh-kekeh 2 jam tidak berhenti, langsung "nggeblak" jatuh tidak bangun-bangun, sampai orang tuanya mencari-cari! Ada apakah gerangan di gereja?
Mengingat jemaat dan hamba Tuhan harus berbahasa roh maka ada gereja-gereja tertentu berniat membuka kursus bahasa roh, sehingga mereka dapat belajar 3 bulan untuk mendapatkannya. Benarkah demikian? Kursus itu sangat perlu diadakan kalau gurunya Yesus Kristus sendiri, sebab yang membaptis Roh Kudus adalah Yesus Kristus, jika tidak demikian kursus itu perlu dikaji ulang, apakah sesuai alkitab atau tidak! Memang banyak ajaran yang kontroversial dilingkungan ahli-ahli theologia tentang karunia roh, bahkan ada yang mengganggap karunia berbahasa roh, adalah karunia masa lalu sehingga gereja yang masih berbahasa roh dianggap bidat dan sesat! Sementara mereka yang merasa diri memiliki karunia ini menganggap gereja yang tidak berkarunia roh adalah gereja tanpa Roh Kudus! Pertentangan terus bergulir, bagaikan reformasi yang tidak kunjung selesai. Sementara yang lain menganggap pintar mengadakan seminar Roh Kudus, pembicara yang anti bahasa roh dapat mengkritik seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya "seenak udel"nya sendiri, dia pikir doktrinnya paling benar dibanding yang lain. Haruskah orang-orang percaya sibuk dengan perbedaan dokma dan doktrin yang ada??? Tuhan sudah akan datang bung! bukan perbedaan tetapi kesatuan iman dalam Yesus yang dibutuhkan menjelang kedatangan Tuhan! Lebih celaka lagi seorang Song Leader, dan singer ada diantaranya yang naik mimbar pertama-tama tanpa permisi atau shalom atau memberi votum tetapi langsung "nrocos" (berbicara tanpa komando.red) dengan bahasa rohnya sehingga Jemaat yang memang belum siap memasuki ibadah, dipaksa untuk tutup mata, sebagian memperhatikan dengan wajah yang aneh, sebab memang bahasa yang di dengarnya adalah bahasa yang aneh sehingga jemaat yang tidak memiliki roh kharismatik langsung memberikan nilai miring kepada para song leader.
Fenomena ibadah orang-orang kafir di zaman purba yang beribadah kepada roh-roh keramat, beribadah kepada setan-setan adalah memiliki kegairahan seketika, luapan emosi,berteriak dengan suara nyaring, mengangkat tangan atau menghentak-hentakkan kaki, kehilangan kesadaran, mengeluarkan busa dari mulut, mengucapkan kata-kata yang tidak jelas, kehilangan kontrol pikiran dan suasana kacau balau. Sehingga ibadah seperti ini akan sangat menyeramkan, mendatangkan penderitaan jasmani, menghabiskan tenaga fisik bahkan sampai ibadah selesai, hati penyembah yang hadir dalam ibadah ini hampa dan kuatir serta diliputi oleh kebimbangan. Haruskah ibadah anak-anak Tuhan menyontek ibadah kafir zaman Purba?? Tidak demikian bukan ? Ada banyak pengajaran dan tafsiran yang beraneka ragam tentang karunia ini namun alangkah baiknya kalau kita sedikit berbincang-bincang dengan guru agung kita "Yesus Kristus" dapat dipastikan apa yang telah diucapkan dalam firmanNya akan memuaskan hati setiap orang yang mau terbuka terhadap Firmannya! Inilah percakapan imajiner Wartawan Timothy (WT) dengan Yesus Kristus, sebagai Guru Agung (Guru) kiranya dapat menjadi berkat!
WT : Guru, apakah selama guru hidup di dunia ini memakai bahasa Roh??
Guru : Tidakkah engkau membaca dalam Alkitab bahwa Aku selalu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahasa yang Aku sampaikan harus dimengerti dari ahli-ahli Taurat sampai para nelayan dan petani! Apa gunanya bila Aku berkata-kata dengan bahasa yang tidak dimengerti? Matius 12:24 menyatakan tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan." Orang-orang Farisi itu mendengar pengajaranKu dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh mereka, namun mereka menganggap Aku seorang yang kemasukan setan. Bagaimana kalau Aku menggunakan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh mereka?
WT : Guru, maksudku bukan pada waktu Engkau mengajar atau berbincang-bincang dengan orang lain tetapi pada waktu Engkau berdoa?
Guru : Pernahkah Engkau membaca doa yang Aku ajarkan dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti?? Kalau mereka yang menuliskannya tidak mengerti bahasaKu, bagaimana mereka menuliskannya? Bahasa doaku jelas dan tegas dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain! Atau siapapun yang mendengarnya! Bukankah engkau sudah belajar doa Bapa kami yang diajarkan? Adakah bahasa doa Bapa kami yang tidak dapat dimengerti?
WT : Mengerti sih, maksudnya begini lho, itu bahasa yang Engkau janjikan sebelum Engkau terangkat ke Sorga??
Guru : Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:
1. Mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu,
2. Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
3. Mereka akan memegang ular,
4. Dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka;
5. Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Jadi ada berapa jenis yang Aku ucapkan? Ingat tanda-tanda yang menyertai orang percaya!
WT : Apakah tanda bahasa lain itu sama dengan bahasa baru atau bahasa roh?? Sebab ada banyak istilah yang terkadang kita yang hidup di abad modern ini tidak tahu?
Guru : Apakah artinya sebuah istilah? Memang ketika Aku mengucapkannya Aku menggunakan bahasa yang baru. ( Seemeia de tois pisteusasin tauta parakoloutheesei. En too onomati mou daimonia ekbalousin. Gloossais laleesousin kainais. Kai en tais chersin ofeis. Arousin kan thanasimon ti pioosin ou mee autous blapsee. Epi arroostous cheiras epitheesousin kai kaloos hexousin. - bhs Yunani dari Mark 16:17-18. red). Kemudian HambaKu Lukas oleh pimpinan Roh Kudus memberikan laporan yang akurat tentang peristiwa di atas loteng Yerusalem itu dengan istilah bahasa-bahasa Lain. Kisah Rasul 2: 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya (Kai epleestheesan pantes Pneumatos Hagiou kai eerxanto lalein heterais gloossais kathoos to Pneuma edidou apofthengesthai autois).
WT : Jadi waktu pengalaman Pentakosta itu murid-murid dapat berkata-kata bahasa baru atau bahasa lain, yang orang lain mengerti??
Guru : Bacalah Alkitabmu mereka berkata-kata bahasa lain yang bisa dimengerti orang lain sehingga mereka yang hadir dapat mengerti berita Injil yang murid-muridKu sampaikan. Bacalah Kisah Rasul 2: 7 -11 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirine, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." Jadi coba hitunglah ada berapa bahasa yang para muridKu sampaikan?
WT : Kira-kira sih 17 belas kalau nggak salah?? Jadi mereka langsung berkata-kata dalam arti berkotbah begitu??
Guru : Ya ! Mereka menyampaikan perbuatan Allah yang besar! Mereka tidak pernah kursus bahasa asing tetapi Roh Kudus memampukan mereka berkotbah dalam berbagai macam bahasa!
WT : Nah, Jadi apakah itu sama dengan bahasa roh?
Guru : Pertama-tama ada dua peristiwa penting, sesudah Pentakosta tersebut! Ketika HambaKu Petrus mengunjungi Kornelius dan berdoa maka alkitab mencatat bahwa Kisah Rasul 10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Dan peristiwa yang ke dua ketika HambaKu Paulus ketika ada di Efesus maka Roh Kudus di curahkan! Kisah Rasul 19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
WT : Guru, Jadi bahasa roh itu berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang turun pada hari Pentakosta tersebut??
Guru : HambaKu Paulus menulis dengan jelas bahwa 1 Korintus 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
WT : Guru, sekarang orang menggunakan bahasa ini tidak untuk berbicara dengan Allah tetapi sebagian diantara mereka pamer, ditengah-tengah ibadah?? Bahkan diantara mereka merasa memiliki iman yang lebih daripada yang lainnya!
Guru : 1 Korintus 14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. Tidak ada satupun karunia atau tanda yang Bapa sediakan bagi orang percaya untuk pamer, supaya orang lain melihat dirinya lebih dari orang lain, tetapi sebaliknya setiap karunia diberikan untuk kemuliaan Allah!
WT : Jadi guru, setiap orang percaya akan mendapat karunia??
Guru : Allah sudah menetapkan 9 Karunia yang spektakuler! Paulus menjelaskannya dalam 1 Korintus 12:8-10 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan (1) karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan (2) karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama (3) memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan (4) karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan (5) kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk (6) bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan (7) karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan (8) karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan (9) karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
WT : Jadi guru apakah semua orang akan mendapat karunia yang sama?? Contoh karunia bahasa roh tersebut??
Guru : Pertanyaanmu itu tidak memerlukan jawaban sebab Paulus sudah menulis dengan jelas bahwa Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? 1 Korintus 12:29-30. Memang banyak orang minta karunia kepada Bapa suatu karunia yang dianggapnya paling hebat dari pada yang lain. Padahal semua karunia itu menjadi luar biasa bila di gunakan untuk kemuliaan BapaKu. Dan setiap Karunia Bapalah yang menentukannya! 1 Korintus 12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
WT : Guru, Orang yang mendapat karunia bahasa Roh sering kali lebih banyak memamerkan karunianya, sebab memang ia merasa lebih rohani dari yang lain, bagaimana menurut Guru??
Guru : Pertama-tama perlu diketahui bahwa setiap anak-anakKu mendapat bagian daripada Bapa sesuai dengan ukurannya! Jadi yang banyak dituntut banyak yang sedikit dituntut sedikit! Tidak perlu ada kesombongan sebab itu membuat kejijikan dimata Bapa di Sorga! Paulus menjelaskan dengan tepat! Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. 1 Korintus 14:19. Setiap orang hendaklah menggunakan karunianya untuk membangun jemaat! 1 Korintus 14:12 mengatakan Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat ( 1 Korintus 14:4)
WT : Guru, banyak orang percaya anti karunia yang satu ini sehingga mereka justru menghina mereka yang memiliki karunia bahkan mereka mengatakan bahwa gereja-gereja yang berbahasa roh adalah sesat atau bidat! Bagaimana menurut guru?
Guru : Apa gunanya menghakimi sesama? Apalagi bukankah mereka adalah satu tubuh? Masing-masing memiliki konsep dan pandangan yang berbeda tentang FirmanKu tetapi janganlah sampai menyakiti hati anak-anakKu. Kalau memang prinsip harus di tegor, itupun harus dengan kasih bukan dengan dengan saling fitnah dan hujan! Memang fakta baptisan Roh Kudus itu terjadi di masa lalu itu harus diakui dan tidak bisa dihilangkan begitu saja! Namun demikian 1 Korintus 14:39 mengatakan karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh. Adakah ayat ini masih berlaku atau terhapus dari Alkitabmu??
WT : Guru, terkadang dalam berbagai macam kebaktian ada begitu kekacauan yang satu histeris, nangis, dan masih banyak lagi, bahkan mereka yang berbahasa roh saling berlomba keras supaya bahasanya didengar oleh orang lain, sehingga kebaktian itu terjadi kekacauan! Bagaimana menurut guru
Guru : Setiap orang diberi kebebasan dalam mengungkapkan kasih dan cintanya kepada Bapa di Sorga.! Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 2 Korintus 3:17, tetapi juga harus ada ketertiban, 2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Maka perlu diatur bagi mereka yang akan berkata-kata dalam bahasa Roh. HambaKu Paulus memberikan keterangan dengan jelas 1 Korintus 14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang lain untuk menafsirkannya.
WT : Guru, bagaimana sih caranya mendapat karunia itu, apakah ada syarat-syarat tertentu?
Guru : Karunia Roh itu adalah pemberian daripada Bapa di Sorga, kalau ada orang sudah berusaha untuk mendapatkannya maka itu bukanlah pemberian! Ingat apa yang di inginkan oleh Simon tukang sihir di Samaria itu, ia ingin membeli karunia Allah dan hambaKu Petrus tepat sekali menghardiknya! Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Kisah Rasul 8:20. Karunia Roh itu pemberian! Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya." (Matius 7:9-10 LUK 11:13) Bukan karunia yang membawa seseorang masuk sorga tetapi iman kepadaKu itu yang penting! Selagi iman orang percaya sama, maka perlu menyingkirkan perbedaan yang ada. Yang dibutuhkan dunia saat ini adalah buah-buah roh,Galatia 5:22,23 Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Karunia bukan tidak penting tetapi buah roh jauh lebih penting karena dalam kehidupan sehari-hari orang membutuhkan buah. Amin
Alkisah seorang anak Tuhan yang memiliki sebuah kerinduan yang membara, kerinduan itu hanya satu hal, supaya ia dapat berbahasa roh.
Kerinduan ini baginya segala-galanya, ia berpikir bahwa karunia bahasa roh itu "the best of the best" dibandingkan karunia yang lainnya. Untuk membayar harganya ia rela berdoa puasa, tirakat, semedi dan mencoba-coba menggerakkan bibirnya seperti yang sudah didengar dan dilihatnya dari orang lain. Tekad ini semakin kuat sehingga ia tidak mau berbahasa roh seperti yang lainnya ia akan minta bahasa roh yang terbaik melebihi saudara-saudaranya seiman. Sesudah menyelesaikan petualangannya, anak muda ini datang kepada Pendetanya dan berkata: Pak Pendeta saya sudah mendapatkan karunia bahasa roh,.... Oh ya ... jawab Pendeta singkat, Pak Pendeta mau dengar nggak bahasa baru yang saya punya??, demikian lanjutnya. Pendeta yang diajak bicara mulai memperhatikannya dengan wajah yang agak bingung sebab bahasa itu merupakan bahasa doa, yang hanya diucapkan antara seorang anak Tuhan kepada Bapanya. Belum sempat Pendeta memberi jawab maka anak muda ini berkata: Begini pak bahasa yang keluar dari mulut saya, " weleh ..... weleh....weleh" ..., apakah ini bahasa roh bukan pak? Demikan pertanyaan lugu yang diberikan kepada sang pendeta. Ketika Pendeta mendengar kata itu, dalam hatinya tertawa, tetapi untuk menjaga perasaan jemaatnya, ia menyembunyikan tawanya, malah ia menambahkan, .... Wes... hewes... hewes .. bablas angine.. nanti kamu akan mendapat bahasa itu juga"ia memberi jawabnya sambil tertawa dalam hatinya dan keluar tanpa nasehat yang diharapkan oleh jemaatnya yang "mbonten-mbonten" (aneh-aneh.red) itu.
Banyak anak-anak Tuhan di lingkungan kharismatik begitu getol untuk karunia yang satu ini, bahkan ada pendeta-pendeta Pentakosta orthodok memberikan ultimatum "karunia bahasa roh" harus dan mutlak karena sebagai tanda orang yang dipenuhi Roh Kudus sehingga banyak Jemaat dan hamba-hamba Tuhan memburu karunia bahasa Roh ini bagaikan memburu harta karun raja Salomo. Pengalaman penulis pernah mendapatkan telpon dari seorang hamba Tuhan dari sebuah gereja "X" yang menekankan karunia roh ini sehingga setiap kebaktian sebelum memulai kotbah Pendeta harus berbahasa roh dulu tanpa itu jangan harap jemaat mau mendengar kotbahnya. Tidak jarang jemaat yang tidak mendengar bahasa roh dalam doa pendetanya, langsung pulang tanpa permisi dan tanpa komando. Sehingga pendeta ini harus meniru-niru dan menciptakan bahasa yang tidak dapat di mengerti dalam irama yang sedikit bisa meng "kitik-kitik" sehingga Jemaat sampai geli dan merasa puas, dan mau duduk manis mendengar Firman.
Lain lagi gereja yang seluruh jemaatnya mendapat karunia bahasa roh, setiap mereka berkumpul dalam doanya mereka tidak lagi menggunakan bahasa yang dapat dimengerti (bahasa Indonesia, red) tetapi semua berbahasa roh sehingga suasana kebaktian bagaikan pasar malam, dengan suitan... suitan tidak karuan, lainnya cit...cicit cuit ...cit..cit .... cuit .... Yang lain menggema dengan suara lantang ingin menonjolkan bahasa yang diucapkan lebih baik dari pada bahasa lain, coba bayangkan kalau orang awam masuk dalam ibadah ini, maka ia menganggap mereka yang kebaktian semuanya "kurang setengah ons", sebab sudah tidak mengerti bahasanya, apa yang ia saksikan tangisan, jeritan, raungan, sementara yang lain tertawa terkekeh-kekeh 2 jam tidak berhenti, langsung "nggeblak" jatuh tidak bangun-bangun, sampai orang tuanya mencari-cari! Ada apakah gerangan di gereja?
Mengingat jemaat dan hamba Tuhan harus berbahasa roh maka ada gereja-gereja tertentu berniat membuka kursus bahasa roh, sehingga mereka dapat belajar 3 bulan untuk mendapatkannya. Benarkah demikian? Kursus itu sangat perlu diadakan kalau gurunya Yesus Kristus sendiri, sebab yang membaptis Roh Kudus adalah Yesus Kristus, jika tidak demikian kursus itu perlu dikaji ulang, apakah sesuai alkitab atau tidak! Memang banyak ajaran yang kontroversial dilingkungan ahli-ahli theologia tentang karunia roh, bahkan ada yang mengganggap karunia berbahasa roh, adalah karunia masa lalu sehingga gereja yang masih berbahasa roh dianggap bidat dan sesat! Sementara mereka yang merasa diri memiliki karunia ini menganggap gereja yang tidak berkarunia roh adalah gereja tanpa Roh Kudus! Pertentangan terus bergulir, bagaikan reformasi yang tidak kunjung selesai. Sementara yang lain menganggap pintar mengadakan seminar Roh Kudus, pembicara yang anti bahasa roh dapat mengkritik seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya "seenak udel"nya sendiri, dia pikir doktrinnya paling benar dibanding yang lain. Haruskah orang-orang percaya sibuk dengan perbedaan dokma dan doktrin yang ada??? Tuhan sudah akan datang bung! bukan perbedaan tetapi kesatuan iman dalam Yesus yang dibutuhkan menjelang kedatangan Tuhan! Lebih celaka lagi seorang Song Leader, dan singer ada diantaranya yang naik mimbar pertama-tama tanpa permisi atau shalom atau memberi votum tetapi langsung "nrocos" (berbicara tanpa komando.red) dengan bahasa rohnya sehingga Jemaat yang memang belum siap memasuki ibadah, dipaksa untuk tutup mata, sebagian memperhatikan dengan wajah yang aneh, sebab memang bahasa yang di dengarnya adalah bahasa yang aneh sehingga jemaat yang tidak memiliki roh kharismatik langsung memberikan nilai miring kepada para song leader.
Fenomena ibadah orang-orang kafir di zaman purba yang beribadah kepada roh-roh keramat, beribadah kepada setan-setan adalah memiliki kegairahan seketika, luapan emosi,berteriak dengan suara nyaring, mengangkat tangan atau menghentak-hentakkan kaki, kehilangan kesadaran, mengeluarkan busa dari mulut, mengucapkan kata-kata yang tidak jelas, kehilangan kontrol pikiran dan suasana kacau balau. Sehingga ibadah seperti ini akan sangat menyeramkan, mendatangkan penderitaan jasmani, menghabiskan tenaga fisik bahkan sampai ibadah selesai, hati penyembah yang hadir dalam ibadah ini hampa dan kuatir serta diliputi oleh kebimbangan. Haruskah ibadah anak-anak Tuhan menyontek ibadah kafir zaman Purba?? Tidak demikian bukan ? Ada banyak pengajaran dan tafsiran yang beraneka ragam tentang karunia ini namun alangkah baiknya kalau kita sedikit berbincang-bincang dengan guru agung kita "Yesus Kristus" dapat dipastikan apa yang telah diucapkan dalam firmanNya akan memuaskan hati setiap orang yang mau terbuka terhadap Firmannya! Inilah percakapan imajiner Wartawan Timothy (WT) dengan Yesus Kristus, sebagai Guru Agung (Guru) kiranya dapat menjadi berkat!
WT : Guru, apakah selama guru hidup di dunia ini memakai bahasa Roh??
Guru : Tidakkah engkau membaca dalam Alkitab bahwa Aku selalu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh seluruh lapisan masyarakat. Bahasa yang Aku sampaikan harus dimengerti dari ahli-ahli Taurat sampai para nelayan dan petani! Apa gunanya bila Aku berkata-kata dengan bahasa yang tidak dimengerti? Matius 12:24 menyatakan tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan." Orang-orang Farisi itu mendengar pengajaranKu dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh mereka, namun mereka menganggap Aku seorang yang kemasukan setan. Bagaimana kalau Aku menggunakan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh mereka?
WT : Guru, maksudku bukan pada waktu Engkau mengajar atau berbincang-bincang dengan orang lain tetapi pada waktu Engkau berdoa?
Guru : Pernahkah Engkau membaca doa yang Aku ajarkan dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti?? Kalau mereka yang menuliskannya tidak mengerti bahasaKu, bagaimana mereka menuliskannya? Bahasa doaku jelas dan tegas dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain! Atau siapapun yang mendengarnya! Bukankah engkau sudah belajar doa Bapa kami yang diajarkan? Adakah bahasa doa Bapa kami yang tidak dapat dimengerti?
WT : Mengerti sih, maksudnya begini lho, itu bahasa yang Engkau janjikan sebelum Engkau terangkat ke Sorga??
Guru : Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:
1. Mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu,
2. Mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
3. Mereka akan memegang ular,
4. Dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka;
5. Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Jadi ada berapa jenis yang Aku ucapkan? Ingat tanda-tanda yang menyertai orang percaya!
WT : Apakah tanda bahasa lain itu sama dengan bahasa baru atau bahasa roh?? Sebab ada banyak istilah yang terkadang kita yang hidup di abad modern ini tidak tahu?
Guru : Apakah artinya sebuah istilah? Memang ketika Aku mengucapkannya Aku menggunakan bahasa yang baru. ( Seemeia de tois pisteusasin tauta parakoloutheesei. En too onomati mou daimonia ekbalousin. Gloossais laleesousin kainais. Kai en tais chersin ofeis. Arousin kan thanasimon ti pioosin ou mee autous blapsee. Epi arroostous cheiras epitheesousin kai kaloos hexousin. - bhs Yunani dari Mark 16:17-18. red). Kemudian HambaKu Lukas oleh pimpinan Roh Kudus memberikan laporan yang akurat tentang peristiwa di atas loteng Yerusalem itu dengan istilah bahasa-bahasa Lain. Kisah Rasul 2: 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya (Kai epleestheesan pantes Pneumatos Hagiou kai eerxanto lalein heterais gloossais kathoos to Pneuma edidou apofthengesthai autois).
WT : Jadi waktu pengalaman Pentakosta itu murid-murid dapat berkata-kata bahasa baru atau bahasa lain, yang orang lain mengerti??
Guru : Bacalah Alkitabmu mereka berkata-kata bahasa lain yang bisa dimengerti orang lain sehingga mereka yang hadir dapat mengerti berita Injil yang murid-muridKu sampaikan. Bacalah Kisah Rasul 2: 7 -11 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirine, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." Jadi coba hitunglah ada berapa bahasa yang para muridKu sampaikan?
WT : Kira-kira sih 17 belas kalau nggak salah?? Jadi mereka langsung berkata-kata dalam arti berkotbah begitu??
Guru : Ya ! Mereka menyampaikan perbuatan Allah yang besar! Mereka tidak pernah kursus bahasa asing tetapi Roh Kudus memampukan mereka berkotbah dalam berbagai macam bahasa!
WT : Nah, Jadi apakah itu sama dengan bahasa roh?
Guru : Pertama-tama ada dua peristiwa penting, sesudah Pentakosta tersebut! Ketika HambaKu Petrus mengunjungi Kornelius dan berdoa maka alkitab mencatat bahwa Kisah Rasul 10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Dan peristiwa yang ke dua ketika HambaKu Paulus ketika ada di Efesus maka Roh Kudus di curahkan! Kisah Rasul 19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
WT : Guru, Jadi bahasa roh itu berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang turun pada hari Pentakosta tersebut??
Guru : HambaKu Paulus menulis dengan jelas bahwa 1 Korintus 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
WT : Guru, sekarang orang menggunakan bahasa ini tidak untuk berbicara dengan Allah tetapi sebagian diantara mereka pamer, ditengah-tengah ibadah?? Bahkan diantara mereka merasa memiliki iman yang lebih daripada yang lainnya!
Guru : 1 Korintus 14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. Tidak ada satupun karunia atau tanda yang Bapa sediakan bagi orang percaya untuk pamer, supaya orang lain melihat dirinya lebih dari orang lain, tetapi sebaliknya setiap karunia diberikan untuk kemuliaan Allah!
WT : Jadi guru, setiap orang percaya akan mendapat karunia??
Guru : Allah sudah menetapkan 9 Karunia yang spektakuler! Paulus menjelaskannya dalam 1 Korintus 12:8-10 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan (1) karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan (2) karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama (3) memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan (4) karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan (5) kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk (6) bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan (7) karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan (8) karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan (9) karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
WT : Jadi guru apakah semua orang akan mendapat karunia yang sama?? Contoh karunia bahasa roh tersebut??
Guru : Pertanyaanmu itu tidak memerlukan jawaban sebab Paulus sudah menulis dengan jelas bahwa Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? 1 Korintus 12:29-30. Memang banyak orang minta karunia kepada Bapa suatu karunia yang dianggapnya paling hebat dari pada yang lain. Padahal semua karunia itu menjadi luar biasa bila di gunakan untuk kemuliaan BapaKu. Dan setiap Karunia Bapalah yang menentukannya! 1 Korintus 12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
WT : Guru, Orang yang mendapat karunia bahasa Roh sering kali lebih banyak memamerkan karunianya, sebab memang ia merasa lebih rohani dari yang lain, bagaimana menurut Guru??
Guru : Pertama-tama perlu diketahui bahwa setiap anak-anakKu mendapat bagian daripada Bapa sesuai dengan ukurannya! Jadi yang banyak dituntut banyak yang sedikit dituntut sedikit! Tidak perlu ada kesombongan sebab itu membuat kejijikan dimata Bapa di Sorga! Paulus menjelaskan dengan tepat! Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. 1 Korintus 14:19. Setiap orang hendaklah menggunakan karunianya untuk membangun jemaat! 1 Korintus 14:12 mengatakan Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat ( 1 Korintus 14:4)
WT : Guru, banyak orang percaya anti karunia yang satu ini sehingga mereka justru menghina mereka yang memiliki karunia bahkan mereka mengatakan bahwa gereja-gereja yang berbahasa roh adalah sesat atau bidat! Bagaimana menurut guru?
Guru : Apa gunanya menghakimi sesama? Apalagi bukankah mereka adalah satu tubuh? Masing-masing memiliki konsep dan pandangan yang berbeda tentang FirmanKu tetapi janganlah sampai menyakiti hati anak-anakKu. Kalau memang prinsip harus di tegor, itupun harus dengan kasih bukan dengan dengan saling fitnah dan hujan! Memang fakta baptisan Roh Kudus itu terjadi di masa lalu itu harus diakui dan tidak bisa dihilangkan begitu saja! Namun demikian 1 Korintus 14:39 mengatakan karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh. Adakah ayat ini masih berlaku atau terhapus dari Alkitabmu??
WT : Guru, terkadang dalam berbagai macam kebaktian ada begitu kekacauan yang satu histeris, nangis, dan masih banyak lagi, bahkan mereka yang berbahasa roh saling berlomba keras supaya bahasanya didengar oleh orang lain, sehingga kebaktian itu terjadi kekacauan! Bagaimana menurut guru
Guru : Setiap orang diberi kebebasan dalam mengungkapkan kasih dan cintanya kepada Bapa di Sorga.! Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 2 Korintus 3:17, tetapi juga harus ada ketertiban, 2 Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Maka perlu diatur bagi mereka yang akan berkata-kata dalam bahasa Roh. HambaKu Paulus memberikan keterangan dengan jelas 1 Korintus 14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang lain untuk menafsirkannya.
WT : Guru, bagaimana sih caranya mendapat karunia itu, apakah ada syarat-syarat tertentu?
Guru : Karunia Roh itu adalah pemberian daripada Bapa di Sorga, kalau ada orang sudah berusaha untuk mendapatkannya maka itu bukanlah pemberian! Ingat apa yang di inginkan oleh Simon tukang sihir di Samaria itu, ia ingin membeli karunia Allah dan hambaKu Petrus tepat sekali menghardiknya! Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. Kisah Rasul 8:20. Karunia Roh itu pemberian! Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya." (Matius 7:9-10 LUK 11:13) Bukan karunia yang membawa seseorang masuk sorga tetapi iman kepadaKu itu yang penting! Selagi iman orang percaya sama, maka perlu menyingkirkan perbedaan yang ada. Yang dibutuhkan dunia saat ini adalah buah-buah roh,Galatia 5:22,23 Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Karunia bukan tidak penting tetapi buah roh jauh lebih penting karena dalam kehidupan sehari-hari orang membutuhkan buah. Amin
Hidup di bawah pimpinan Kristus
Hidup Di Bawah Pimpinan Kristus
Banyak dari kita ketika jatuh sakit, sering yang pertama kita pikirkan adalah obat. Saya tidak menentang kita untuk makan obat jika sakit, tetapi saya mau menjelaskan bahwa apabila kita menaruh Tuhan Yesus sebagai yang terutama di dalam hidup kita, ketika kita memerlukan suatu pertolongan, seharusnya kita mencari Dia terlebih dahulu.
Kita dapat menyerahkan semua beban kita kepada Tuhan, dan Ia akan memberikan kekuatan secara supernatural kepada kita untuk memikul beban tersebut.Tuhan Yesus berkata di dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”.
Adalah sesuatu hal yang mustahil bagi kita untuk bisa menempuh perjalanan kekristenan ini tanpa kasih karunia yang dari pada Tuhan. Kita semua memerlukan Tuhan di dalam hidup kita ini! Kita perlu hidup di bawah pimpinan Tuhan Yesus (Living under the Lordship of Christ).
Kita harus hidup under the Lordship of Christ, karena hidup kita ada di dalam kontrol Allah. God is in control of our lives! Kalau Tuhan yang memegang alih di dalam hidup kita, semuanya akan terkendalikan. Dengan Allah, tidak ada satu hal pun yang di luar kontrol. With God, nothing is out of control! Kalau ada sesuatu di dalam hidup kita yang sudah tidak terkendalikan lagi, kita harus memeriksa diri kita sendiri, apakah kita sudah menyerahkan kehidupan kita seluruhnya kepada Tuhan? Dunia ini penuh dengan segala masalah, krisis dan goncangan, namun di dalam Tuhan yang ada hanya damai sejahtera. Karena itu kita perlu belajar untuk menyerahkan seluruh segi dari kehidupan kita kepada Tuhan, dan menjadikan Dia Tuhan Allah di dalam hidup kita.
Kemudian kita juga perlu beriman; di dalam Ibrani 11:6, dikatakan bahwa “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”. Kita tidak dapat berserah seluruhnya kepada Tuhan dan berkenan kepada Allah kalau kita tidak beriman.
Iman adalah sesuatu yang sangat diperlukan dalam kehidupan kekristenan. Kita harus bertanya kepada diri kita, apakah kita lebih percaya kepada diri sendiri atau kepada Tuhan? Apakah kita dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih tepat di kehidupan ini dari pada Tuhan? Kita harus percaya dan beriman sepenuhnya kepada Tuhan.
Ketika kita lahir baru dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, kita lahir kembali di dalam alam roh, di dalam alam dimana Tuhan berada dan bekerja. Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh” (Yohanes 3:6). Kalau kita hidup di dalam roh, pengharapan kita secara otomatis akan berubah, kita akan mulai berharap untuk hal-hal yang supernatural, di dalam dimensi di mana Allah bekerja.
Dan setelah kita hidup di dalam Tuhan, kita akan berbuah lebat. Kita berbuah dan diberkati sebab dunia ini memerlukan berkat yang Tuhan limpahkan melalui kita. Penyediaan Tuhan bagi kita melimpah supaya kita dapat memberkati sesama kita.
Percayalah kepada Tuhan, dan buatlah keputusan hari ini juga. Kita dapat memilih apa yang kita mau. Kalau kita memilih untuk percaya kepada Tuhan Yesus, percayalah juga apabila kita meminta kepadaNya dengan iman, maka kita akan menerimanya (Matius 21:22).
Banyak dari kita ketika jatuh sakit, sering yang pertama kita pikirkan adalah obat. Saya tidak menentang kita untuk makan obat jika sakit, tetapi saya mau menjelaskan bahwa apabila kita menaruh Tuhan Yesus sebagai yang terutama di dalam hidup kita, ketika kita memerlukan suatu pertolongan, seharusnya kita mencari Dia terlebih dahulu.
Kita dapat menyerahkan semua beban kita kepada Tuhan, dan Ia akan memberikan kekuatan secara supernatural kepada kita untuk memikul beban tersebut.Tuhan Yesus berkata di dalam Matius 11:28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”.
Adalah sesuatu hal yang mustahil bagi kita untuk bisa menempuh perjalanan kekristenan ini tanpa kasih karunia yang dari pada Tuhan. Kita semua memerlukan Tuhan di dalam hidup kita ini! Kita perlu hidup di bawah pimpinan Tuhan Yesus (Living under the Lordship of Christ).
Kita harus hidup under the Lordship of Christ, karena hidup kita ada di dalam kontrol Allah. God is in control of our lives! Kalau Tuhan yang memegang alih di dalam hidup kita, semuanya akan terkendalikan. Dengan Allah, tidak ada satu hal pun yang di luar kontrol. With God, nothing is out of control! Kalau ada sesuatu di dalam hidup kita yang sudah tidak terkendalikan lagi, kita harus memeriksa diri kita sendiri, apakah kita sudah menyerahkan kehidupan kita seluruhnya kepada Tuhan? Dunia ini penuh dengan segala masalah, krisis dan goncangan, namun di dalam Tuhan yang ada hanya damai sejahtera. Karena itu kita perlu belajar untuk menyerahkan seluruh segi dari kehidupan kita kepada Tuhan, dan menjadikan Dia Tuhan Allah di dalam hidup kita.
Kemudian kita juga perlu beriman; di dalam Ibrani 11:6, dikatakan bahwa “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia”. Kita tidak dapat berserah seluruhnya kepada Tuhan dan berkenan kepada Allah kalau kita tidak beriman.
Iman adalah sesuatu yang sangat diperlukan dalam kehidupan kekristenan. Kita harus bertanya kepada diri kita, apakah kita lebih percaya kepada diri sendiri atau kepada Tuhan? Apakah kita dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih tepat di kehidupan ini dari pada Tuhan? Kita harus percaya dan beriman sepenuhnya kepada Tuhan.
Ketika kita lahir baru dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, kita lahir kembali di dalam alam roh, di dalam alam dimana Tuhan berada dan bekerja. Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh” (Yohanes 3:6). Kalau kita hidup di dalam roh, pengharapan kita secara otomatis akan berubah, kita akan mulai berharap untuk hal-hal yang supernatural, di dalam dimensi di mana Allah bekerja.
Dan setelah kita hidup di dalam Tuhan, kita akan berbuah lebat. Kita berbuah dan diberkati sebab dunia ini memerlukan berkat yang Tuhan limpahkan melalui kita. Penyediaan Tuhan bagi kita melimpah supaya kita dapat memberkati sesama kita.
Percayalah kepada Tuhan, dan buatlah keputusan hari ini juga. Kita dapat memilih apa yang kita mau. Kalau kita memilih untuk percaya kepada Tuhan Yesus, percayalah juga apabila kita meminta kepadaNya dengan iman, maka kita akan menerimanya (Matius 21:22).
Hidup Penuh dengan Roh
HIDUP PENUH DENGAN ROH
Janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
( Efesus 5:18 )
Pendahuluan
• Paulus membandingkan 2 pengaruh yang berbeda dalam kehidupan Kristen.
• Mabuk oleh anggur > < Penuh dengan Roh
• Seorang yang mabuk oleh anggur adalah seorang yang tak lagi melihat rintangan-rintangan, percaya diri dan hidupnya kehilangan kontrol diri.
• Anggur menimbulkan hawa nafsu (bhs.Yunani: ασωτία baca: asotia) tanpa batas atau ”kebebasan yang sembrono”.
• Bagaimana dengan orang yang penuh dengan Roh? Seorang yang penuh dengan Roh adalah seorang yang memperoleh keberanian tetapi di bawah kontrol/penguasaan Roh.
• Aplikasi: Banyaknya masalah/tekanan seringkali membuat kita lepas kontrol, agar beban hidup menjadi enteng kita mencari kelepasan dengan cara mabuk oleh anggur, tetapi Paulus menasehati kita, pada saat kita memerlukan kekuatan untuk menghadapi setiap masalah yang menekan hidup kita, solusinya bukan dengan cara mabuk oleh anggur tetapi mintalah kekuatan dan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita.
Eksposisi Kitab
• Roh Kudus pasti berdiam dalam diri orang percaya. Kapan? Pada saat dia bertobat dan beriman kepada Yesus (Galatia 3:14; Efesus 1:13-14)
• Hal yang paradoks: Firman Tuhan menghendaki agar kita perlu dipenuhi oleh Roh secara terus menerus.
• Mengapa? Manusia sebagai makhluk yang memiliki Pribadi (pikiran, perasaan & keinginan), memiliki kecenderungan untuk hidup dalam keinginan daging atau keinginan Roh. Tergantung siapa yang mengontrol kita. Keinginan daging selalu kontra dengan keinginan Roh (Galatia 5:17).
• Apa itu keinginan Daging? Bacalah: Galatia 5:19-21.
Apa Arti Hidup Penuh Roh
• Kata ’penuh’ (kata kerja imperatif) suatu perintah, berarti menuntut suatu ketaaatan.
• Kata ’penuh’ tidak ada hubungan dengan ’ isi atau kuantitas ’, seolah-olah kita ini adalah sebuah bejana kosong yang memerlukan bahan bakar rohani agar dapat terus menyala.
• Kata ’penuh’ memiliki arti dikuasai atau dikontrol atau dikendalikan dengan kehadiran Roh Kudus di dalam kehidupan setiap orang yang beriman kepada Yesus.
• Bandingkan dengan Kisah Para Rasul 13:45, di sini menggunakan kata ’dipenuhi’ (pleroo) yang berarti dikuasai oleh iri hati.
• Kata ’penuh’ (bhs Yunani: πληρόω – baca: pleroo) ditulis dalam bentuk waktu (present tense) menunjukkan kepada suatu kegiatan yang berlangsung secara terus menerus.
• Beda dengan baptisan Roh Kudus? Baptisan Roh Kudus adalah baptisan untuk masuk ke dalam Tubuh Kristus, terjadi sekali dalam hidup orang percaya. Baca: I Korintus 12:13 kata ’telah dibaptis’ ditulis dalam bentuk waktu lampau (aorist) merupakan suatu pengalaman yang sekali terjadi untuk selama-lamanya, yaitu pada saat kita mengalami pertobatan (saat percaya Yesus).
• Tak ada ayat di dalam PB yang memerintahkan agar kita dibaptis oleh Roh (otomatis setiap orang percaya pada saat bertobat pasti dibaptis oleh Roh) tetapi untuk dipenuhi oleh Roh harus terjadi berulangkali.
Bagaimana Agar Dipenuhi Oleh Roh?
• Baca: Yohanes 4:14. Perhatikan ungkapan ’di dalam dirinya’. Sumur itu, tak akan lagi berada di luar diri kita sehingga kita harus pergi ke tempat lain, melainkan akan berada ’di dalam kita’
• Sumur itu (menurut konteks) adalah Roh Kudus, kita dapat minum darinya setiap saat.
• Roh Kudus adalah sumber kita yang cukup dan selalu tersedia bagi setiap tuntutan atas diri kita. Itu sebabnya kita harus minum dari Roh Kudus yang ada di dalam kita, bukan dari anggur yang memabukkan itu.
• Langkah-langkah untuk dipenuhi? Bacalah: Yohanes 7:37-39
Ada kerinduan untuk dipenuhi (haus)
Ada keyakinan untuk dipenuhi (datang)
Ada penyerahan diri untuk dipenuhi (minum)
Apakah Buktinya Dipenuhi oleh Roh itu?
1. Ada Sukacita (Efesus 5:19)
- Sukacita adalah Buah Roh Kudus (Gal.5:22)
- Sukacita bukan merupakan perasaan dangkal (seperti termometer), pasang surut dengan suasana yang berubah-ubah. Sukacita yang tak terkondisi oleh karena keadaan.
2. Ada Ucapan Syukur (Efesus 5:20)
- Adanya masalah seringkali membuat kita sulit untuk mengucap syukur kepada Allah.
- I Tesalonika 5:18 mengucap syukur adalah perintah Tuhan
- Roh akan memampukan kita untuk mengucapkan syukur setiap saat.
3. Ada Kerendahan Hati (Efesus 5:21)
- Merendahkan diri satu dengan yang lainnya tak ada hubungan dengan susunan otoritas melainkan mengatur bekerjanya otoritas. Bagaimana otoritas itu diberikan atau bagaimana otoritas itu diterima!
- Tuhan Yesus memberi contoh yang baik: membasuh kaki para murid (Yoh.13)
- Lukas 22:24-27 Yesus menjadikan dirinya seorang hamba – bersedia melayani
- Kerendahan hati akan memampukan bagi kita untuk membangun relasi yang baik antara ’suami-istri’ (Efesus 5:22-33), ’orang tua & anak’ (Efesus 6:1-4) dan ’majikan & karyawan’ (Efesus 6:5-9).
Kesimpulan:Tanpa adanya penguasaan Roh Kudus secara kontinyu di dalam hidup orang percaya tersebut maka yang terjadi adalah orang percaya tersebut akan gampang gagal untuk menjadi seorang Kristen sejati.
Janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
( Efesus 5:18 )
Pendahuluan
• Paulus membandingkan 2 pengaruh yang berbeda dalam kehidupan Kristen.
• Mabuk oleh anggur > < Penuh dengan Roh
• Seorang yang mabuk oleh anggur adalah seorang yang tak lagi melihat rintangan-rintangan, percaya diri dan hidupnya kehilangan kontrol diri.
• Anggur menimbulkan hawa nafsu (bhs.Yunani: ασωτία baca: asotia) tanpa batas atau ”kebebasan yang sembrono”.
• Bagaimana dengan orang yang penuh dengan Roh? Seorang yang penuh dengan Roh adalah seorang yang memperoleh keberanian tetapi di bawah kontrol/penguasaan Roh.
• Aplikasi: Banyaknya masalah/tekanan seringkali membuat kita lepas kontrol, agar beban hidup menjadi enteng kita mencari kelepasan dengan cara mabuk oleh anggur, tetapi Paulus menasehati kita, pada saat kita memerlukan kekuatan untuk menghadapi setiap masalah yang menekan hidup kita, solusinya bukan dengan cara mabuk oleh anggur tetapi mintalah kekuatan dan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita.
Eksposisi Kitab
• Roh Kudus pasti berdiam dalam diri orang percaya. Kapan? Pada saat dia bertobat dan beriman kepada Yesus (Galatia 3:14; Efesus 1:13-14)
• Hal yang paradoks: Firman Tuhan menghendaki agar kita perlu dipenuhi oleh Roh secara terus menerus.
• Mengapa? Manusia sebagai makhluk yang memiliki Pribadi (pikiran, perasaan & keinginan), memiliki kecenderungan untuk hidup dalam keinginan daging atau keinginan Roh. Tergantung siapa yang mengontrol kita. Keinginan daging selalu kontra dengan keinginan Roh (Galatia 5:17).
• Apa itu keinginan Daging? Bacalah: Galatia 5:19-21.
Apa Arti Hidup Penuh Roh
• Kata ’penuh’ (kata kerja imperatif) suatu perintah, berarti menuntut suatu ketaaatan.
• Kata ’penuh’ tidak ada hubungan dengan ’ isi atau kuantitas ’, seolah-olah kita ini adalah sebuah bejana kosong yang memerlukan bahan bakar rohani agar dapat terus menyala.
• Kata ’penuh’ memiliki arti dikuasai atau dikontrol atau dikendalikan dengan kehadiran Roh Kudus di dalam kehidupan setiap orang yang beriman kepada Yesus.
• Bandingkan dengan Kisah Para Rasul 13:45, di sini menggunakan kata ’dipenuhi’ (pleroo) yang berarti dikuasai oleh iri hati.
• Kata ’penuh’ (bhs Yunani: πληρόω – baca: pleroo) ditulis dalam bentuk waktu (present tense) menunjukkan kepada suatu kegiatan yang berlangsung secara terus menerus.
• Beda dengan baptisan Roh Kudus? Baptisan Roh Kudus adalah baptisan untuk masuk ke dalam Tubuh Kristus, terjadi sekali dalam hidup orang percaya. Baca: I Korintus 12:13 kata ’telah dibaptis’ ditulis dalam bentuk waktu lampau (aorist) merupakan suatu pengalaman yang sekali terjadi untuk selama-lamanya, yaitu pada saat kita mengalami pertobatan (saat percaya Yesus).
• Tak ada ayat di dalam PB yang memerintahkan agar kita dibaptis oleh Roh (otomatis setiap orang percaya pada saat bertobat pasti dibaptis oleh Roh) tetapi untuk dipenuhi oleh Roh harus terjadi berulangkali.
Bagaimana Agar Dipenuhi Oleh Roh?
• Baca: Yohanes 4:14. Perhatikan ungkapan ’di dalam dirinya’. Sumur itu, tak akan lagi berada di luar diri kita sehingga kita harus pergi ke tempat lain, melainkan akan berada ’di dalam kita’
• Sumur itu (menurut konteks) adalah Roh Kudus, kita dapat minum darinya setiap saat.
• Roh Kudus adalah sumber kita yang cukup dan selalu tersedia bagi setiap tuntutan atas diri kita. Itu sebabnya kita harus minum dari Roh Kudus yang ada di dalam kita, bukan dari anggur yang memabukkan itu.
• Langkah-langkah untuk dipenuhi? Bacalah: Yohanes 7:37-39
Ada kerinduan untuk dipenuhi (haus)
Ada keyakinan untuk dipenuhi (datang)
Ada penyerahan diri untuk dipenuhi (minum)
Apakah Buktinya Dipenuhi oleh Roh itu?
1. Ada Sukacita (Efesus 5:19)
- Sukacita adalah Buah Roh Kudus (Gal.5:22)
- Sukacita bukan merupakan perasaan dangkal (seperti termometer), pasang surut dengan suasana yang berubah-ubah. Sukacita yang tak terkondisi oleh karena keadaan.
2. Ada Ucapan Syukur (Efesus 5:20)
- Adanya masalah seringkali membuat kita sulit untuk mengucap syukur kepada Allah.
- I Tesalonika 5:18 mengucap syukur adalah perintah Tuhan
- Roh akan memampukan kita untuk mengucapkan syukur setiap saat.
3. Ada Kerendahan Hati (Efesus 5:21)
- Merendahkan diri satu dengan yang lainnya tak ada hubungan dengan susunan otoritas melainkan mengatur bekerjanya otoritas. Bagaimana otoritas itu diberikan atau bagaimana otoritas itu diterima!
- Tuhan Yesus memberi contoh yang baik: membasuh kaki para murid (Yoh.13)
- Lukas 22:24-27 Yesus menjadikan dirinya seorang hamba – bersedia melayani
- Kerendahan hati akan memampukan bagi kita untuk membangun relasi yang baik antara ’suami-istri’ (Efesus 5:22-33), ’orang tua & anak’ (Efesus 6:1-4) dan ’majikan & karyawan’ (Efesus 6:5-9).
Kesimpulan:Tanpa adanya penguasaan Roh Kudus secara kontinyu di dalam hidup orang percaya tersebut maka yang terjadi adalah orang percaya tersebut akan gampang gagal untuk menjadi seorang Kristen sejati.
Label:
Hidup Penuh dengan Roh
Langganan:
Komentar (Atom)