HIDUP PENUH DENGAN ROH
Janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
( Efesus 5:18 )
Pendahuluan
• Paulus membandingkan 2 pengaruh yang berbeda dalam kehidupan Kristen.
• Mabuk oleh anggur > < Penuh dengan Roh
• Seorang yang mabuk oleh anggur adalah seorang yang tak lagi melihat rintangan-rintangan, percaya diri dan hidupnya kehilangan kontrol diri.
• Anggur menimbulkan hawa nafsu (bhs.Yunani: ασωτία baca: asotia) tanpa batas atau ”kebebasan yang sembrono”.
• Bagaimana dengan orang yang penuh dengan Roh? Seorang yang penuh dengan Roh adalah seorang yang memperoleh keberanian tetapi di bawah kontrol/penguasaan Roh.
• Aplikasi: Banyaknya masalah/tekanan seringkali membuat kita lepas kontrol, agar beban hidup menjadi enteng kita mencari kelepasan dengan cara mabuk oleh anggur, tetapi Paulus menasehati kita, pada saat kita memerlukan kekuatan untuk menghadapi setiap masalah yang menekan hidup kita, solusinya bukan dengan cara mabuk oleh anggur tetapi mintalah kekuatan dan kuasa Roh Kudus yang memampukan kita.
Eksposisi Kitab
• Roh Kudus pasti berdiam dalam diri orang percaya. Kapan? Pada saat dia bertobat dan beriman kepada Yesus (Galatia 3:14; Efesus 1:13-14)
• Hal yang paradoks: Firman Tuhan menghendaki agar kita perlu dipenuhi oleh Roh secara terus menerus.
• Mengapa? Manusia sebagai makhluk yang memiliki Pribadi (pikiran, perasaan & keinginan), memiliki kecenderungan untuk hidup dalam keinginan daging atau keinginan Roh. Tergantung siapa yang mengontrol kita. Keinginan daging selalu kontra dengan keinginan Roh (Galatia 5:17).
• Apa itu keinginan Daging? Bacalah: Galatia 5:19-21.
Apa Arti Hidup Penuh Roh
• Kata ’penuh’ (kata kerja imperatif) suatu perintah, berarti menuntut suatu ketaaatan.
• Kata ’penuh’ tidak ada hubungan dengan ’ isi atau kuantitas ’, seolah-olah kita ini adalah sebuah bejana kosong yang memerlukan bahan bakar rohani agar dapat terus menyala.
• Kata ’penuh’ memiliki arti dikuasai atau dikontrol atau dikendalikan dengan kehadiran Roh Kudus di dalam kehidupan setiap orang yang beriman kepada Yesus.
• Bandingkan dengan Kisah Para Rasul 13:45, di sini menggunakan kata ’dipenuhi’ (pleroo) yang berarti dikuasai oleh iri hati.
• Kata ’penuh’ (bhs Yunani: πληρόω – baca: pleroo) ditulis dalam bentuk waktu (present tense) menunjukkan kepada suatu kegiatan yang berlangsung secara terus menerus.
• Beda dengan baptisan Roh Kudus? Baptisan Roh Kudus adalah baptisan untuk masuk ke dalam Tubuh Kristus, terjadi sekali dalam hidup orang percaya. Baca: I Korintus 12:13 kata ’telah dibaptis’ ditulis dalam bentuk waktu lampau (aorist) merupakan suatu pengalaman yang sekali terjadi untuk selama-lamanya, yaitu pada saat kita mengalami pertobatan (saat percaya Yesus).
• Tak ada ayat di dalam PB yang memerintahkan agar kita dibaptis oleh Roh (otomatis setiap orang percaya pada saat bertobat pasti dibaptis oleh Roh) tetapi untuk dipenuhi oleh Roh harus terjadi berulangkali.
Bagaimana Agar Dipenuhi Oleh Roh?
• Baca: Yohanes 4:14. Perhatikan ungkapan ’di dalam dirinya’. Sumur itu, tak akan lagi berada di luar diri kita sehingga kita harus pergi ke tempat lain, melainkan akan berada ’di dalam kita’
• Sumur itu (menurut konteks) adalah Roh Kudus, kita dapat minum darinya setiap saat.
• Roh Kudus adalah sumber kita yang cukup dan selalu tersedia bagi setiap tuntutan atas diri kita. Itu sebabnya kita harus minum dari Roh Kudus yang ada di dalam kita, bukan dari anggur yang memabukkan itu.
• Langkah-langkah untuk dipenuhi? Bacalah: Yohanes 7:37-39
Ada kerinduan untuk dipenuhi (haus)
Ada keyakinan untuk dipenuhi (datang)
Ada penyerahan diri untuk dipenuhi (minum)
Apakah Buktinya Dipenuhi oleh Roh itu?
1. Ada Sukacita (Efesus 5:19)
- Sukacita adalah Buah Roh Kudus (Gal.5:22)
- Sukacita bukan merupakan perasaan dangkal (seperti termometer), pasang surut dengan suasana yang berubah-ubah. Sukacita yang tak terkondisi oleh karena keadaan.
2. Ada Ucapan Syukur (Efesus 5:20)
- Adanya masalah seringkali membuat kita sulit untuk mengucap syukur kepada Allah.
- I Tesalonika 5:18 mengucap syukur adalah perintah Tuhan
- Roh akan memampukan kita untuk mengucapkan syukur setiap saat.
3. Ada Kerendahan Hati (Efesus 5:21)
- Merendahkan diri satu dengan yang lainnya tak ada hubungan dengan susunan otoritas melainkan mengatur bekerjanya otoritas. Bagaimana otoritas itu diberikan atau bagaimana otoritas itu diterima!
- Tuhan Yesus memberi contoh yang baik: membasuh kaki para murid (Yoh.13)
- Lukas 22:24-27 Yesus menjadikan dirinya seorang hamba – bersedia melayani
- Kerendahan hati akan memampukan bagi kita untuk membangun relasi yang baik antara ’suami-istri’ (Efesus 5:22-33), ’orang tua & anak’ (Efesus 6:1-4) dan ’majikan & karyawan’ (Efesus 6:5-9).
Kesimpulan:Tanpa adanya penguasaan Roh Kudus secara kontinyu di dalam hidup orang percaya tersebut maka yang terjadi adalah orang percaya tersebut akan gampang gagal untuk menjadi seorang Kristen sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar