Senin, 04 Mei 2009

Karunia Mujizat

Karunia Mujizat


Pendahuluan

Pernahkah Anda mengalami mujizat dalam hidup Anda? Sesungguhnya kita semua mengalami mujizat setiap harinya. Kita bisa bangun setiap pagi, bernafas, memandang, mendengar, bukankah itu semua mujizat? Kalau kita renungkan kerja setiap organ dalam tubuh kita, darah yang mengalir, jantung yang terus berdenyut, makanan yang ditelan-dicerna-dan akhirnya menjadi sumber energi, bukankah semua itu mujizat? Dan kalau kita lebih jeli lagi memperhatikan alam sekitar, akan kita jumpai banyak mujizat dalam kehidupan kita. Matahari yang selalu terbit setiap pagi, burung yang berkicau menghibur, lahir dan tumbuhnya anak-anak dalam keluarga, dan masih banyak lagi.

Banyak orang yang mengeluh jenuh dengan hari-hari yang terasa itu-itu saja. Mereka terperangkap dengan rutinitas yang menjemukan. Padahal, sebetulnya kalau mereka mau memberikan sedikit saja perhatian terhadap kasih ilahi, akan mereka dapatkan bahwa hidup mereka penuh dengan mujizat. Tuhan datang menyapa lewat berbagai peristiwa yang kecil dan sederhana, memberikan pertolongan dan juga penghiburan. Ia membelai kita lewat hangatnya sinar matahari, dan bahkan mendidik kita juga untuk dapat bersabar lewat kemacetan lalu lintas atau klien yang selalu komplain.

Apabila kita dapat selalu menaruh perhatian kepada kasih Allah ini, tidak ada lagi rutinitas dalam hidup kita. Setiap hari selalu berbeda. Ada sebuah kisah seorang pemuda jatuh hati pada seorang gadis. Setiap pagi pemuda ini meletakkan sekuntum bunga di depan jendela kamar sang gadis. Akan tetapi, si gadis tidak menaruh perhatian sama sekali, dan bahkan merasa diri tidak menarik; hidupnya dipenuhi dengan hari-hari yang membosankan dan kemuraman. Andaikan saja ia memperhatikan ada sekuntum bunga di muka jendelanya tentu hatinya akan berbunga-bunga dan bahagia karena tahu ada yang mengasihinya.

Pernahkah Anda mengalami hal semacam itu? Anda mencoba untuk memberikan perhatian kecil-kecil kepada orang yang Anda kasihi. Mungkin membawa sedikit oleh-oleh jika habis bepergian, menyelipkan sebuah kartu ucapan di bukunya, memberi seikat bunga, dan lain-lain. Bagaimana perasaan Anda jika perhatian-perhatian Anda itu hanya dianggap sepi saja oleh orang yang Anda kasihi?

Demikianlah Allah yang sangat mengasihi kita, juga seringkali memberikan perhatian-perhatian kecil maupun besar kepada kita. Ia menaburkan banyak mujizat dalam hidup kita. Mujizat ini tak lain adalah ungkapan kasih Allah, yang menyatakan bahwa Ia sungguh ada, hidup, dan sangat mengasihi kita.

Selain itu, kepada beberapa orang tertentu Allah pun memberikan karunia mujizat. Mujizat dalam hal ini memiliki pengertian yang agak lain, tetapi sama-sama merupakan pernyataan kasih dan kuasa Allah. Yang dimaksudkan dengan karunia mujizat ini adalah salah satu karunia Roh Kudus (karismata) yang disebut dalam 1 Kor 12:10.

Apa itu Karunia mujizat

Karunia mujizat adalah pernyataan sesaat kuasa Tuhan. Pada saat itu rintangan dilenyapkan atau kesempatan digunakan secara khusus sehingga dari dampaknya kita bisa menyadari bahwa hal ini pasti berasal dari turut campur tangan Tuhan. Karunia mujizat merupakan tanda kehadiran dan kuasa Allah dan seringkali membangkitkan kepercayaan bagi banyak orang.

Peristiwa-peristiwa yang dianggap sebagai mujizat:
penyembuhan suatu penyakit parah seketika itu juga
perubahan total pikiran dari seseorang yang berwenang
pertobatan mendadak seorang musuh Gereja
kepergian atau kedatangan tiba-tiba dari orang-orang di bawah pengaruh ilahi yang nyata sehingga persoalan yang ada bisa dipecahkan dan kesempatan digunakan.

Daftar ini bisa diperbanyak sebagaimana juga pertanyaan-pertanyaan apakah suatu peristiwa tertentu berasal dari turut campur tangan ilahi yang khusus atau hanyalah suatu kebetulan belaka. Untuk tujuan resmi, Gereja sangat berhati-hati untuk menyatakan dengan pasti apakah suatu mujizat telah terjadi.

Tujuan mujizat:
untuk mengoreksi suatu situasi yang tidak bisa dilakukan oleh sarana alami.
untuk mendukung dan meningkatkan iman
sebagai tanda setuju Tuhan yang menyertai suatu kotbah.


Dasar Kitab Suci

Perjanjian Lama:
Musa membelah Laut Merah (Kel. 14)
Musa memperoleh air dari batu (Kel. 17)
Nabi Elia dan para nabi Baal (1 Raj. 18)

Perjanjian Baru:
kematian Ananias dan Safira (Kis. 5:1-10)
keajaiban Filipus di Samaria (Kis. 8:6)
kebangkitan Dorkas dari mati (Kis. 9:36-43)
kebutaan Elimas (Kis. 13:11)
kebangkitan Eutikhus dari mati (Kis. 20:9-12)
meskipun digigit ular, Paulus tidak keracunan (Kis. 28:5)

Perbedaan antara karunia mujizat dan karunia penyembuhan:
Mujizat mencakup lebih banyak situasi dan tidak terbatas pada proses penyembuhan saja.
Mujizat lebih kuasa dan lebih nyata, merupakan tanda kehadiran Allah daripada penyembuhan. Penyembuhan besar pada saat itu juga dianggap sebagai suatu mujizat, sementara penyembuhan biasa berlangsung perlahan dalam suatu jangka waktu tertentu.

Hubungan antara karunia mujizat dan karunia iman:

Kedua karunia ini berhubungan erat satu sama lain karena lewat keduanya Tuhan menjadikan kuasa doa syafaat semakin besar. Selain itu, karunia iman juga berkarya dalam sebuah mujizat. Kedua karunia ini berbeda karena karunia mujizat mempunyai dampak lahiriah yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang merupakan tanda luar biasa adanya kuasa dan perlindungan Tuhan; sedangkan karunia iman tidak.

Syarat-syarat untuk memperoleh karunia mujizat:

Karena karunia mujizat mempunyai banyak persamaan dengan karunia iman, kita bisa menyerah pada karunia ini lewat cara-cara yang sama. Kita harus sangat peka terhadap dorongan-dorongan Tuhan dan menyerah pada kuasa Tuhan yang ajaib. Karunia mujizat menuntut iman yang aktif dan kasih pada sesama sehingga kita bisa terus menerus tergerak untuk berseru kepada Tuhan dan tidak henti-hentinya berdoa syafaat.

Karunia-karunia Roh Kudus

Karunia-karunia Roh Kudus

Latar Belakang

Seorang Kristen yang baik pasti ingin mengambil semua yang Allah sediakan bagi kehidupannya. Kita telah menerima kasih karunia Allah melalui Pribadi dan karya Tuhan Yesus Kristus. Kita pun harus sedia menerima karunia-karunia Roh Kudus. "Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama." (1Kor 12:31).

Namun demikian, kita harus berhati-hati agar tidak tekebur menuntut segala macam karunia, tetapi percaya pada kedaulatan Roh Kudus yang "memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya." (1Kor 12:11). Banyak orang yang sesumbar memiliki karunia-karunia khusus, tetapi kehidupan dan pelayanannya tidak mendukung apa yang dikatakannya. Karunia-karunia rohani tidak boleh dianggap sebagai unsur yang membuat seseorang atau sekelompok orang Kristen menjadi lebih kudus atau lebih rohani dibandingkan yang lain.

Kesombongan rohani dapat membatalkan manfaat karunia manapun.

Sebagian orang Kristen jelas memiliki karunia-karunia yang lebih menonjol, seperti berkhotbah, mengajar, atau menginjil. Ini tidak berarti bahwa mereka "Kristen super". Mereka hanya menjalankan karunia-karunia yang Allah berikan kepada mereka. Orang Kristen yang menjalankan karunia-karunia yang kurang menonjol, seperti iman, sama pentingnya bagi Allah dan bagi pembangunan Tubuh Kristus. Tidak ada satu pun ayat Firman Tuhan yang menyatakan bahwa kita harus mencari karunia-karunia yang sama. Semua karunia berbeda-beda, tetapi semua karunia memiliki tujuan sama: yaitu untuk bekerja sama menyatukan dan membangun tubuh, yaitu Gereja (Ef 4:12-16).
Dua bagian Firman berikut, memerinci karunia-karunia Roh Kudus:

"Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya." (1Kor 12:7-11).

"Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus." (Ef 4:11,12).
"Karunia-karunia ini kita terima dari Roh Kudus. Dialah yang memilih, siapa menerima karunia mana, dan Dia membagi-bagikan itu sesuka hati-Nya yang baik. Walaupun masing-masing kita harus bertanggung jawab atas karunia-karunia yang sudah diberikan kepada kita, kita tidak bertanggung jawab atas karunia-karunia yang tidak diberikan kepada kita. Tidak perlu pula kita berhasrat atas yang dimiliki orang lain atau iri terhadap orang tersebut. Kita boleh berharap bahkan meminta karunia-karunia tertentu, tetapi jika itu bukan kehendak Roh Kudus, kita tidak akan memperoleh apa yang kita minta. Jika kita tidak puas karena Roh Kudus tidak memberikan karunia-karunia yang kita inginkan, kita berdosa."
_Selesai
Strategi Bimbingan
Tetaplah dalam batas-batas yang dijelaskan dalam Latar Belakang, ketika anda memberikan bimbingan di sekitar masalah karunia Roh. Ada kemungkinan bahwa perhatian anda akan disimpangkan oleh mereka yang ingin membelokkan karunia-karunia dari maksudnya semula.
Tegaskan bahwa untuk menerima karunia-karunia Roh, seseorang harus lebih dahulu dilahirkan kembali. Beda dari yang banyak ditekankan orang, urutan ini tidak dapat dibalik. Tanyakan, apakah dia sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jika belum, jelaskan "Damai dengan Allah", .
Jika orang yang anda bimbing adalah seorang beriman yang dengan tulus mencari kepenuhan Roh Kudus dan menginginkan suatu karunia Roh tertentu, anjurkan dia untuk mengambil cukup waktu, meneliti bagian-bagian Alkitab yang berbicara tentang karunia-karunia, termasuk Kisah Rasul dan surat-surat Paulus. Tindakan itu harus didukung pula oleh doa yang dipanjatkan dengan hati-hati dan dipikirkan masak-masak, agar yang bersangkutan memperoleh ketajaman rohani dan hikmat yang menjauhkan dia dari sikap berlebih-lebihan.
Nasihatkan dia agar tidak dipengaruhi oleh orang-orang atau kelompok-kelompok yang menekankan suatu pendekatan baku untuk menerima karunia, atau yang mengajarkan bahwa semua orang beriman harus memiliki karunia-karunia tertentu. Setiap orang harus mempercayai Roh Kudus yang akan memberi sebagaimana yang dikehendaki-Nya (Yoh 3:8 dan 1Kor 12:11).
"Seharusnya seseorang yang beriman yang dipenuhi Roh dan yang terus takluk kepada KeTuhanan Kristus, akan menemukan karunia-karunianya secara wajar. Dia ingin agar Allah memimpin hidupnya, dan kepada orang sedemikianlah, Allah siap memberkati, menyatakan karunia-karunia yang telah diberikan Roh Kudus kepadanya."
_Selesai
Jelaskan pula bahwa bersama dengan karunia-karunia Roh, kita harus pula menyatakan buah Roh secara tetap. "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." (Gal 5:22,23). Buah dan karunia Roh harus berjalan bersama-sama. Kita dikenal dari buah dalam hidup kita (Mat 7:16,20).
Berdoalah bersamanya, agar dia menyatakan buah Roh dalam kehidupannya dan mengalami peningkatan pelayanan yang berhasil bagi Tubuh Kristus dan bagi dunia, dengan menggunakan beberapa karunia sesuai dengan kehendak Roh Allah yang Berdaulat.

Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

Pelajarilah 1Korintus 13 (1Kor 13:1-13) sambil mengkaitkannya dengan bagian-bagian Alkitab lain untuk memperoleh sudut pandang Alkitab tentang karunia-karunia Roh Kudus.

"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." (1Pet 4:10)

Bagaimana Berdoa

BAGAIMANA BERDOA



1.APAKAH DOA ITU?

A.Doa adalah komunikasi dengan Allah. Setiap orang Kristen mempunyai hak istimewa untuk berhubungan langsung dengan Allah.

B.Hanya dengan kasih orang dapat berhubungan satu dengan yang lain, kita dapat berhubungan langsung dengan Allah melalui DOA

2. MENGAPA KITA HARUS BERDOA?

A. Kita harus berdoa sebab Allah memerintahkan kita untuk berdoa.

(I Tesalonika 5: 17; Lukas 18:1; Kolose 4:2)

B. Kita berdoa sebab Allah menginginkan persekutuan kita dan sebab kita memerlukan persekutuan dengan Dia (Amsal 15:18)

C. Kita berdoa, sebab doa adalah teladan Kristus (Markus 1:35)

D. Kita berdoa sebab kita ingin mempermuliakan Bapa (Yohanes 14:13)

3. KEPADA SIAPA KITA BERDOA?

Berdoa langsung kepada Allah dalam nama Yesus Kristus melalui Roh Kudus, jadi keseluruhan Trinitas dilibatkan dalam doa. Doa- doa kita disahkan oleh Yesus Kristus dan diterima Allah Bapa melalui Roh Kudus.

4. BILAMANA KITA HARUS BERDOA?

A. Kita harus menyediakan waktu khusus tiap-tiap hari untuk doa perorangan, waktu doa ini perlu menjadi kebiasaan setiap hari (Daniel 6:11)

B. Sadar akan kehadiran Allah yang terus menerus dalam diri saudara dan binalah kebiasaan bercakap-cakap dengan Dia, di manapun kita berada dan apapun yang kita lakukan.

C. Sebagai tambahan doa kelompok adalah bagian yang penting dari kehidupan doa orang-orang Kristen (Matius 18:19-20)

5. APAKAH SYARAT DOA YANG EFEKTIF?

A. Saudara harus menjadi milik Kristus (Yohanes 14:6,13-14).

B. Saudara harus datang dengan hati yang suci atau kudus (Mazmur 66:18; I Yohanes 1:9).

C. Saudara harus berdoa dengan iman (Ibrani 11:6; Matius 21:22)

6. BEBERAPA SARAN PRAKTIS YANG AKAN MEMBANTU SAUDARA MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN DOA YANG EFEKTIF

A. Kita harus mempunyai sikap menyembah, memuja, mengucap syukur dan taat (Lukas 11:2; Mazmur 117:1; Kolose 4:2; Yakobus 4: 6-7)

B. Kita harus menjadi pendengar Allah, berarti memberikan kesempatan kepada-Nya untuk berbicara kepada kita melalui Roh Kudus dan Firman-Nya

C. Kita harus meminta secara khusus (Matius 7:7-8; Yakobus 4:2; Filipi 4: 6)

D. Berharap Allah menjawab doa-doa saudara (Yohanes 16:24). Mulailah dengan mengucap syukur kepada Allah dalam persiapan untuk menerima jawaban.