DOA PEMBEBASAN II
Syarat-syarat Bagi Pasien
Ada beberapa syarat yang harus ada dalam diri pasien yang terkena gangguan atau terikat kuasa roh jahat atau kuasa kegelapan:
Harus sungguh-sungguh mau lepas dari ikatan itu. Kalau dia sendiri tidak mau lepas, percuma berdoa.
Ada orang-orang yang takut bila dilepaskan dari gangguan roh jahat, karena dalam kondisi seperti ini dia merasa mendapat perhatian dari orang-orang di sekitarnya, tetapi kalau kemudian gangguan itu hilang, maka timbul ketakutan nanti tidak diperhatikan lagi. Maka yang menjadi syarat mutlak orang-orang harus sungguh mau lepas.
Demikian juga ada orang yang takut lepas, karena merasa mendapat keuntungan / rejeki dari roh jahat. Seorang ibu misalnya melalui dukun tertentu, mengadakan perjanjian darah dengan cara lambungnya dilukai dan mengeluarkan darah, kemudian dimasuki sesuatu oleh dukunnya, ia menyerahkan diri pada si jahat untuk mendapat rejeki, supaya tokonya laris. Waktu didoakan sangat sulit, karena butuh pertobatan yang sungguh-sungguh, karena pada dasarnya dalam dirinya takut tidak mendapat keuntungan lagi, tetapi setelah disadarkan dan ia mau sungguh-sungguh bertobat, maka ia dapat didoakan pembebasan.
Sebelum melayani kita harus berbicara meyakinkan orang tersebut supaya sungguh-sungguh mau lepas, kalau tidak mau, percuma kita melayani, membuang waktu dan tenaga, dan umumnya tidak akan berhasil.
Harus bertobat dari segala dosanya, karena itu hendaknya dianjurkan, agar ia mengaku dosa lebih dahulu, bila memungkinkan.
Doa pembebasan tanpa pertobatan tidak ada gunanya. Kalau orang itu biasa melakukan dosa-dosa tertentu, dan itu yang menyebabkan dia diganggu roh jahat atau dikuasai roh jahat, maka sumbernya harus dibuntu lebih dahulu. Misalnya: kebiasaan minum minuman keras, free seks, judi atau kebiasaan-kebiasaan lain, orang tersebut harus mau lepas dari semua itu. Kalau dia orang Katolik, maka dia dianjurkan lebih dahulu untuk menerima sakramen pengakuan dosa, bila itu memungkinkan.
Ada situasi-situasi yang tidak memungkinkan, misalnya: stasi-stasi di Kalimantan yang begitu jauh dari pusat paroki, yang tidak memungkinkan untuk mengaku dosa. Kalau demikian orang tersebut diajak sungguh-sungguh bertobat dan minta ampun kepada Tuhan serta berjanji untuk menjauhi semuanya itu, kemudian dapat anda doakan, tetapi jangan diberi absolusi, karena hanya pastor yang diberi kuasa untuk itu.
Kemudian kita bisa mengandaikan dalam situasi seperti itu, kalau dia sungguh-sungguh bertobat Tuhan juga mau mengampuni dosa orang itu. Setelah itu baru didoakan pembebasan.
Bila pernah berhubungan dengan kuasa kegelapan, harus menyangkalnya dengan segenap hati.
Berhubungan dengan kuasa kegelapan, misalnya: minta pertolongan dukun-dukun atau sekarang lebih halus disebut paranormal - tetapi apa pun istilahnya ya tetap dukun, bahkan seandainya memakai label Katolik, atau label rohaniwan/wati, kalau paranormal ya tetap paranormal, sama saja dengan dukun, hanya beda istilah - maka perlu menyangkal dengan segenap hati.
Menyangkal di sini berarti melepaskan hubungan dengan si dukun atau sumber-sumber tertentu. Dia harus benar-benar melepaskan diri dari suatu lingkungan yang berhubungan dengan kuasa kegelapan itu.
Sebuah contoh kasus yang pernah dialami oleh Rm.Yohanes. Suatu saat Romo Yohanes didatangi seseorang yang membawa keponakannya untuk didoakan pembebasan, tapi orang tuanya melakukan praktek perdukunan. Lalu Romo menolak, kecuali kalau orang tuanya sungguh-sungguh mau bertobat, baru bisa dilayani. Karena kalau anak itu didoakan dan dilepaskan, dan dia masih tinggal dengan orang tuanya yang melakukan praktek perdukunan, itu percuma. Bisa terjadi pada anak itu, apa yang dikatakan Injil, satu setan keluar, kemudian masuk tujuh setan lagi, dan akhirnya lebih parah.
Demikian juga orang tua yang mempunyai bermacam-macam jimat dan anaknya terganggu, percuma kita layani, kalau orang tuanya tidak sungguh-sungguh bertobat. Jadi perlu menyangkal segala kuasa dukun itu, mohon ampun kepada Tuhan dan berjanji kepada Tuhan tidak akan pergi lagi ke dukun itu. Jika orang tidak mau lepas dari dukun atau paranormal itu percuma didoakan. Jadi syarat pertama mereka harus mau sungguh-sungguh lepas.
Bila ada jimat atau benda-benda keramat, yang ada isinya, yang disimpan, semuanya itu harus dibuang lebih dahulu.
Dalam hal ini kita harus hati-hati, karena tidak semua benda itu berisi. Khususnya harus dijauhkan sikap ekstrim dari beberapa penginjil yang membuang segala sesuatu. Bila benda yang diisi itu berharga, baiklah dinetralisir saja dengan mematahkan kekuatannya dalam nama Tuhan Yesus dan kemudian mengembalikannya kepada si pemilik. Penyalahgunaan dalam hal ini harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan.
Sebelum mendoakan, baiklah berbicara lebih dahulu dengan orang tersebut untuk mencari tahu apa dia mempunyai benda-benda seperti itu, karena seringkali orang merasa diganggu roh jahat, karena mempunyai benda-benda itu, bahkan kadang-kadang mereka sudah lupa kalau pernah menyimpan benda-benda itu.
Banyak sekali jimat-jimat yang dapat diperoleh orang dari benda-benda seperti keris-keris tertentu, kadang ada yang bersejarah, tetapi ada juga yang tidak ada harganya, ada juga berupa bungkusan yang isinya macam-macam, seperti kembang, kacang hijau, minyak, kertas, dsb; ada juga jimat dalam bentuk ikat pinggang, minyak wangi, celana dalam, cincin dengan batu-batuan tertentu dan yang seringkali memakai ini adalah kaum pria, batu-batuan, seperti akik, yang sebetulnya nilainya kecil, tetapi dijual dengan harga mahal; lalu kalau di Flores ada rotan atau bambu yang diisi, dsb.
Semua benda itu harus dimusnahkan, tetapi harus dilihat juga kalau itu barang berharga, misalnya: cincin emas, kita bisa menetralisir dan mematahkan kuasanya dalam nama Yesus, kemudian dikembalikan ke orangnya. Kadang-kadang dijumpai bahwa orang takut membawa barang berharganya kembali Dan kalau demikian, dapat dianjurkan supaya dia menjualnya dan uangnya dibagikan ke orang miskin. Pantangan keras bagi orang yang melayani, menerima dan menyimpan benda-benda seperti ini, karena ini bisa menjadi sumber godaan yang besar.
Godaan bagi orang yang melayani di bidang ini adalah penyalahgunaan dengan menakut-nakuti orang dengan cara mengatakan bahwa batu-batu permata, guci-guci antik, lukisan mahal, atau barang berharga lainnya ada roh jahatnya, sehingga perlu dilepaskan dan dibuang. Mereka begitu meyakinkan orang, sehingga orang takut dan percaya. Kalau orang meminta kembali barang berharganya, mereka akan mengatakan sudah dibuang, tetapi sebenarnya tidak. Barang-barang tersebut mereka jual untuk kepentingan sendiri. Penipuan berkedok pelayanan ini dilakukan oleh sekelompok orang, yang melihat setan di mana-mana, terutama di barang-barang berharga.
Dalam hal ini kita harus berhati-hati dan mempunyai sikap yang seimbang, karena tidak semua benda-benda itu berisi. Juga harus dihindari sikap ekstrim penginjil-penginjil tertentu yang melihat setan di mana-mana. Akibatnya sikap ekstrim seperti ini, kita tidak bisa lagi hidup dengan tenang dan damai sebagai anak-anak Allah, tetapi selalu hidup dalam ketakutan; seharusnya kita harus hidup di hadirat Allah (Vacare Deo), tetapi karena sikap ekstrim ini kita malahan hidup di hadirat setan (vacare diabolo).
Ini mengalihkan perhatian orang yang seharusnya kepada Tuhan, tetapi malah sibuk memperhatikan setan, sehingga setannya senang, merasa ditakuti dan dia menjadi pusat perhatian. Walaupun kita tahu setan bisa mengganggu, tetapi hidup kita harus lebih terarah kepada Allah, tinggal dan diam dalam kedalaman lubuk jiwa kita masing-masing. Hiduplah di hadirat Allah, sehingga kalau anda bersama Allah anda tidak perlu takut setan. Dari sejarah Gereja dapat dilihat bahwa ketika Gereja meluas seolah-olah setan terdesak. Tempat-tempat di mana sering dijadikan tempat doa, biasanya setan tidak tahan tinggal di sana. Misalnya dalam sejarah Eropa, begitu agama Kristen masuk, setan terdesak dan hampir tidak ada manifestasi-manifestasi dan gangguan setan lagi. Tapi sekarang setelah iman runtuh kembali, maka setan masuk kembali, di mana - mana kuasa kegelapan berkembang.
Oleh karena itu harus dihindari sikap ekstrim yang hanya akan membawa nama buruk pelayanan ini. Yang diperlukan ialah sikap seimbang, memang ada realitas roh jahat, tetapi jangan ekstrim. Misalnya: ada seorang penginjil yang mengatakan kepada jemaatnya, “Harus hati-hati kalau beli beras, karena jangan-jangan beras tersebut dipersembahkan ke dewi Sri”. Kalau begitu jangan makan. Kita perlu mengingat kembali apa yang dikatakn Paulus tentang makan daging yang dipersembahkan ke berhala, “bagi orang beriman daging ya tetap daging, walaupun dipersembahkan kepada berhala, jika kamu kuat imanmu, makanlah, karena itu hanya daging”. Tuhan tidak memanggil kita hidup dalam ketakutan, karena kita dipanggil sebagai anak-anak Allah yang hidup dalam kebebasan dan sukacita Allah. Walaupun demikian tidak boleh sembrono, selalu waspada, tetapi tidak perlu takut.
Jadi, kita kembali kepada jimat-jimat atau benda-benda keramat tadi, kuasanya perlu dipatahkan dan dinetralisir. Seringkali di sini para frater atau suster menerima pelbagai macam jimat, kemudian umumnya semuanya tidak berharga, jimat-jimat itu dibakar. Dan harus diingat bahwa segala penyalahgunaan dalam pelayanan ini harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Karena itu, kalau anda melayani di bidang ini, harus ada jaminan mutu, bahwa anda melayani dengan benar dan sehat.
Bila ada luka-luka batin dan roh masuk karenanya, sebaiknya diadakan penyembuhan batin lebih dahulu. Sesudah itu baru doa pembebasan yang biasanya akan terjadi dengan mudah, karena roh itu sudah tidak punya tempat berpijak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar