Selasa, 24 November 2009

Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan

______________________________ e-JEMMi _____________________________
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
______________________________________________________________________
SEKILAS ISI

EDITORIAL
PROFIL BANGSA: Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan
SUMBER MISI: Bajio Christian Mission
TOKOH MISI: A.W. Tozer (1897 -- 1963)
DOA BAGI MISI DUNIA: Kolombia, Cina
DOA BAGI INDONESIA : Banjir Melanda Banyak Wilayah di Indonesia
______________________________________________________________________

ALL WHO ARE BORN OF GOD SHOULD DEVELOP A LIKENESS TO THE FATHER
______________________________________________________________________
EDITORIAL

Shalom,

Mengenal lebih dekat sekelompok orang atau bangsa tertentu merupakan
sebuah pengalaman unik. Karena selain menambah wawasan dan
pengetahuan, mengenal mereka juga merupakan sarana bagi kita untuk
menjalankan Amanat Agung, yaitu memenangkan semua bangsa, di mana
pun mereka berada, bagi Kristus. Orang Yahudi, khususnya yang
tinggal di Amerika Utara dan Selatan, adalah salah satu dari sekian
banyak etnik di dunia yang memiliki keunikan tersendiri. Selain
dikenal sebagai kaum cendekiawan, dalam sejarah Alkitab pun bangsa
ini disebut sebagai nenek moyang bangsa Israel. Sebenarnya, apa yang
menjadi kelebihan dari bangsa ini? Seperti apakah kehidupan mereka?
Apa yang menjadi kepercayaan mereka? Apa yang menjadi kebutuhan
mereka dan apa yang perlu kita doakan untuk mereka? Untuk mengetahui
jawabannya, silakan Anda membaca sajian e-JEMMi minggu ini.

Selamat membaca.

Pimpinan Redaksi e-JEMMi,
Novita Yuniarti

______________________________________________________________________
PROFIL BANGSA

ORANG YAHUDI AMERIKA UTARA DAN SELATAN

Orang Yahudi mewakili agama monoteis tertua era modern. Karena
keunikan-keunikan sejarah dan budaya mereka, orang Yahudi memiliki
identitas yang kuat. Penganiayaan dan diskriminasi terhadap mereka
mengakibatkan orang Yahudi bermigrasi dan menetap di seluruh penjuru
dunia.

Meskipun mereka menganut budaya dan agama yang sama, orang Yahudi di
Amerika Utara dan Amerika Selatan memiliki gaya hidup yang berbeda.
Komunitas Yahudi di Amerika Selatan mulai terbentuk dari Konversos
(orang-orang Yahudi yang dipaksa mengikuti ajaran Katolik) yang
menemani para penjelajah Spanyol dan Portugis. Akan tetapi, sebagian
besar imigran Yahudi di Amerika datang dari Eropa Tengah, Eropa
Timur, serta Timur Tengah pada akhir tahun 1800-an. Meskipun
sebagian besar berbahasa Inggris atau Spanyol, dialek khas orang
Yahudi yang lain masih tetap digunakan. Yiddish, dialek Jerman
dengan unsur Ibrani, menjadi bahasa pergaulan keturunan orang Eropa,
sementara Ladino, campuran bahasa Spanyol dan bahasa Ibrani, sering
digunakan oleh para keturunan Spanyol. Bahasa Ibrani adalah bahasa
yang digunakan dalam doa bagi kebanyakan orang-orang Yahudi
Ortodoks.

SEPERTI APAKAH KEHIDUPAN MEREKA?

Di Amerika Utara, sebagian besar orang Yahudi tinggal di daerah kota
di pesisir timur atau barat. New York mengayomi populasi orang
Yahudi terbanyak di Amerika Utara, dengan lebih dari setengah juta
orang Yahudi Hassidic saja. Di Amerika Selatan, mereka juga tinggal
di kota, namun tetap memelihara status mereka sebagai etnik
minoritas dengan agama yang berbeda.

Sementara mempertahankan identitas Yahudinya, mayoritas orang Yahudi
Amerika Utara menyesuaikan diri dengan budaya Amerika. "Keyahudian"
sering ditunjukkan terutama dalam situasi-situasi sekuler, seperti
penggunaan bahasa Yiddish dan tradisi keluarga, ketimbang di bidang
keagamaan, seperti mengikuti hukum orang Yahudi perihal pembatasan
menu makan.

Tidak semua orang Yahudi religius. Beberapa orang menganggap
keyahudian mereka hanya sebagai identitas sosial dan budaya. Sejak
kecil, mereka sudah tahu apa artinya menjadi orang Yahudi. Pemahaman
itu didapat di rumah melalui penyampaian cerita dan dengan terlibat
dalam ritual-ritual dan upacara-upacara Yahudi, seperti Rosh
Hashanah (Tahun Baru), Yom Kippur (Hari Pengampunan Dosa), dan
Paskah. Proses sosialisasi juga terjadi melalui keterlibatan dalam
sekolah Ibrani atau sinagoge pemuda.

Pada usia 13 tahun, upacara Bar Mitzvah untuk anak laki-laki (atau
Bar Mitzvah untuk anak perempuan) merupakan tata cara upacara
penting, yang menandai masuknya anak itu menjadi anggota dewasa
dalam masyarakat. Walaupun pada masa lampau upacara tersebut lebih
spiritual sifatnya, upacara tersebut kini menjadi sama pentingnya
dengan kegiatan sosial.

Perkawinan dan hubungan keluarga di antara orang Yahudi hampir sama
dengan orang Amerika. Meski orang Yahudi memiliki sedikit anak,
mereka sangat memerhatikan anak, baik hati, dan memberi banyak
kebebasan. Walaupun para istri biasanya menggunakan nama keluarga
suami mereka, identitas orang Yahudi diurutkan dari pihak ibu.
Artinya, jika seorang anak memiliki ibu seorang Yahudi, maka menurut
hukum Yahudi, dia adalah orang Yahudi. Dia memiliki segala hak dan
hak istimewa yang dibawa statusnya, termasuk hak untuk bermigrasi ke
Israel dan menetap menjadi penduduk di sana.

Orang Yahudi Amerika Utara dan Selatan sebagian besar berdagang dan
bekerja dalam bidang profesi. Mereka sangat baik dalam usaha kecil
dan menengah, industri komunikasi dan hiburan, obat-obatan, hukum,
dan akuntansi. Di Amerika Selatan, para eksekutif Yahudi betul-betul
berhasil. Meskipun demikian, semakin berhasil para eksekutif Yahudi
di Amerika Selatan, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk
berasimilasi dalam masyarakat Eropa Kristen.

APA KEPERCAYAAN MEREKA?

Bagi orang Yahudi yang religius, Tuhan adalah Yang Mahatinggi,
Pencipta alam semesta, dan Hakim tertinggi bagi manusia. Selain itu,
keyakinan beragama masyarakat Yahudi sangat beragam. Orang Yahudi
Ortodoks pada umumnya mengikuti kepercayaan agama tradisional dan
praktik-praktik yang ditemukan dalam kesusastraan Yahudi, yang
menafsirkan Injil mengenai masalah etika, agama, pemerintahan, dan
kejahatan. Orang Yahudi konservatif kurang tradisional dibandingkan
dengan Ortodoks, dan mereka menggabungkan etika, filosofi, dan
gagasan tentang sekolah rohani yang berbeda. Kaum Yahudi Reform
adalah yang paling liberal dan menafsirkan kepercayaan dan ritual
Yahudi dalam terang hidup dan pikiran kontemporer. Mereka tidak
yakin kalau Hukum Yahudi dinyatakan secara ilahi. Mereka tidak
dibatasi oleh makanan halal (disetujui secara tradisi). Mereka juga
tidak harus memakai peci (yarmulke) ketika berdoa atau menggunakan
bahasa Ibrani dalam doanya. Semua orang Yahudi yang religius percaya
akan datangnya Era Mesianik (Messianic Age), tapi hanya Yahudi
Ortodoks yang mencari pribadi Mesias.

APA YANG MENJADI KEBUTUHAN MEREKA?

Orang Yahudi memiliki pemahaman yang luar biasa tentang keterkaitan
mereka dengan perjanjian Abraham. Namun demikian, mereka juga
memiliki sejarah menolak Yesus Kristus sebagai Mesias, Pribadi yang
menggenapi perjanjian tersebut. Berdoalah supaya ketika Injil
diberitakan, hal itu tidak akan dianggap sebagai antisemitik, tapi
lebih kepada penggenapan janji Allah atas manusia melalui Abraham
berabad-abad yang lalu.

POKOK DOA

1. Mintalah Tuhan yang Empunya tuaian untuk mengirimkan orang-orang
Kristen yang penuh kasih untuk bekerja di tengah-tengah
masyarakat Yahudi.

2. Mintalah agar Roh Kudus memberikan hikmat dan pertolongan kepada
misi yang sasarannya adalah orang Yahudi Amerika Utara dan
Selatan.

3. Berdoalah supaya saat orang Yahudi menonton film tentang Yesus,
mereka bisa memahami bahwa Yesus itulah Mesias yang sudah lama
dinantikan.

4. Mintalah kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang Yahudi
terhadap orang Kristen sehingga mereka bisa mendengar dan
menerima berita keselamatan.

5. Berdoalah agar Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepada orang
Yahudi melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan.

6. Berdoalah agar Tuhan memberi pertolongan kepada orang-orang
Kristen Yahudi saat mereka menyaksikan iman mereka kepada
bangsanya.

7. Doakan agar Roh Kuduslah yang mengambil alih kekuasaan
pemimpin-pemimpin rohani dan penguasa yang mengikat orang Yahudi.

8. Berdoalah agar gereja-gereja lokal dibangkitkan untuk menarik
masyarakat Yahudi. (t/Setyo)

Bahan diterjemahkan dari sumber:
Nama situs: Joshua Project
Judul asli artikel: Jew of El Salvador
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.joshuaproject.net/peopctry.php?rop3=109538&rog3=ES

Tidak ada komentar:

Posting Komentar